Minggu, 07 Oktober 2018 18:24 WITA

KPU Larang Kampanye di Pesantren, Begini Respons Ma'ruf Amin

Editor: Nur Hidayat Said
KPU Larang Kampanye di Pesantren, Begini Respons Ma'ruf Amin
Ma'ruf Amin. (Foto: Detik.com)

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 1, Ma'ruf Amin, mengatakan kunjungannya ke sejumlah pondok pesantren semasa kampanye Pilpres 2019 sebatas kegiatan silaturahmi ke pimpinan maupun santri seperti yang biasa dia lakukan.

"Saya tidak pernah kampanye, saya untuk silaturahmi," kata Ma'ruf di Hotel Bintang, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Minggu (7/10/2018) dikutip CNNIndonesia.com.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya menyatakan pesantren termasuk lembaga pendidikan yang tak boleh jadi tempat untuk kampanye di Pilpres.

Hal itu disampaikan KPU sebagai antisipasi agar seluruh peserta pemilu tidak memanfaatkan tempat-tempat yang dilarang untuk berkampanye.

Ma'ruf berkukuh tak melakukan pelanggaran terhadap mekanisme yang telah diatur KPU. Ia memastikan ke depannya akan tetap mengunjungi pesantren untuk bersilaturahmi. "Oh iya [tetap ke pesantren], itukan dunia saya," ucapnya.

Ma'ruf tak berkeberatan bila pesaingnya di Pilpres, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengikuti jejaknya untuk mengunjungi pondok pesantren saat masa kampanye berlangsung. "Ya boleh saja, silakan," kata Ma'ruf.

KPU menyatakan proses kampanye dalam Pemilu dan pemilihan presiden 2019 tak boleh dilakukan di lembaga pendidikan. Yang dimaksud lembaga pendidikan termasuk kampus dan pesantren.

Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu), Pasal 28O ayat1 menyebutkan bahwa "pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: (h). menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

UU Pemilu juga mengatur soal sanksi pidana bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pemilu melanggar aturan kampanye.