Minggu, 07 Oktober 2018 17:09 WITA

Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Dihentikan 11 Oktober

Editor: Nur Hidayat Said
Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Dihentikan 11 Oktober
Foto: Liputan6.com

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan korban meninggal dunia akibat bencana gempa dan tsunami di Sulawesi tengah mencapai 1.763 orang. Evakuasi korban akan dihentikan 11 Oktober 2018.

Korban meninggal paling banyak ada di Palu, Sulteng, dengan jumlah 1.519 orang. Selain itu, korban meninggal dunia di Donggala mencapai 159 orang, Sigi 69 orang, Parigi Mutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang. 

Dari seluruh korban meninggal dunia, 1.755 di antaranya telah dimakamkan secara massal yakni di TPU Paboya sebanyak 753 jenazah, TPU Pantoloan 35 jenazah, serta pemakaman keluarga sebanyak 923 jenazah, di Donggala 35 jenazah, Biromaru 8 jenazah, dan Pasangkayu 1 jenazah. 

"Evakuasi selesai tanggal 11 Oktober dan diharapkan tidak ada daerah yang terisolir. Tidak ada kekurangan bantuan dan daya dukung masyarakat normal," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, saat jumpa pers di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Minggu (7/10/2018) dikutip Detik.com.

loading...

Sutopo berujar, selain 1.763 korban meninggal dunia, puluhan ribu rumah dinyatakan rusak. Setidaknya ada 66.926 rumah rusak dan 2.736 unit sekolah rusak. 

"Evakuasi masyarakat yang keluar dari Palu, total sudah 8.110 jiwa mereka meninggalkan Kota Palu untuk nenuju ke Makassar, Balikpapan, Manado, dan Jakarta. Menggunakan pesawat 6.157 orang dan jalur laut 1.913 orang," kata Sutopo. 

Sementara itu hari ini aktivitas masyarakat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mulai berangsur normal pasca gempa bumi dan tsunami, Jumat (28/9/2018) lalu. Kegiatan perekonomian warga mulai berjalan kembali.

Loading...
Loading...