Sabtu, 06 Oktober 2018 23:59 WITA

Liputan Gempa Tsunami di Palu, Puluhan Wartawan Disuntik Vaksin Tetanus

Penulis: M. Qadri
Editor: Adil Patawai Anar
Liputan Gempa Tsunami di Palu, Puluhan Wartawan Disuntik Vaksin Tetanus

RAKYATKU.COM, PALU - Puluhan wartawan yang bertugas liputan pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, disuntik vaksin tetanus, di sekretariat Aliansi Jurnalis Palu, Sabtu (6/10/2018).

Kordinator Tim Medis Donggi Sinoro, dr Gitawan Saptaparmana mengatakan, pasca gempa dan tsunami yang menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan bangunan, ancaman kesehatan bisa saja terjadi khususnya dari segi wabah penyakit yang menular.

"Dalam situasi bencana, apa pun bentuk dan penyebabnya, akan ada implikasi pada meningkatnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular atau penyakit berpotensi wabah setelah bencana," ungkap dr Gitawan kepada Rakyatku.com,

Menurutnya, ancaman penyakit tersebut, muncul sebagai dampak dari buruknya sanitasi, kesulitan air bersih, dan membusuknya mayat yang belum ditemukan ataupun belum dikubur. Kondisi semacam ini, jika tidak diantisipasi akan berdampak pada korban bencana yang masih hidup, bahkan terhadap para tim relawan dan petugas.

loading...

Ia menjelaskan, bakteri tetanus dapat bertahan hidup di luar tubuh untuk waktu yang sangat lama dalam debu, tanah, serta kotoran hewan maupun manusia. Bakteri ini umumnya masuk ke tubuh melalui luka yang kotor, contohnya luka akibat cedera, paku berkarat, atau luka bakar.

"Gejala-gejala awal tetanus adalah kejang yang menyerupai kekakuan otot. Rahang pengidap mengatup rapat dan tidak bisa dibuka atau biasa disebut dengan istilah rahang terkunci (lockjaw). Penderita juga mengalami masalah sukar menelan," jelasnya.

"Suntik tetanus atau imunisasi tetanus penting untuk pencegahan bakteri ini berkembang, terlebih di lokasi gempa," pungkasnya.

Loading...
Loading...