Sabtu, 06 Oktober 2018 15:10 WITA

Buka Raker Unhas, Nurdin Abdullah Tawarkan 4 Sektor Penunjang Kesejahteraan di Sulsel

Editor: Andi Chaerul Fadli
Buka Raker Unhas, Nurdin Abdullah Tawarkan 4 Sektor Penunjang Kesejahteraan di Sulsel

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar rapat kerja "Perencanaan dan pengembangan Unhas 2018-2022 di Same Resort kawasan Pantai Bira, Jumat (5/10/2018) malam.

Kegitan yang berlangsung 5-7 Oktober 2018 ini diikuti Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina, beserta guru besar dan para civitas Unhas.

Pada kegiatan ini, Gubernur Sulsel yang juga alumnus Unhas, Prof Nurdin Abdullah hadir sekaligus membuka secara resmi rapat kerja yang berlangsung selama 3 hari kedepan.

Dwia mengaku bahagia karena kegitan ini dihadiri dan dibuka resmi oleh Nurdin Abdullah. Dimana pada tahun 2014 lalu Raker Unhas juga dibuka resmi oleh Nurdin Abdullah di Bantaeng.

"Pada tahun 2014, Bapak Nurdin Abdullah juga yang membuka Raker di Bantaeng, saat itu beliau masih menjabat sebagai Bupati Bantaeng. Dan hari ini, di Bira Bulukumba, pak Nurdin lagi yang buka, dan posisinya sebagai Gubernur Sulsel," kata dia.

"Saya berharap pada raker 5 tahun yang akan datang, dibuka oleh pak Presiden. Insya Allah dengan orang yang sama Pak Nurdin Abdullah," kata Dwia disambut tepuk tangan para peserta rapat.

Menurut Dwia, Raker Unhas tahun 2018 dilakukan demi meraih segala target Unhas 5 tahun kedepannya, termasuk untuk memastikan UNHAS harus berbasis perencanaan.

"Pada Raker tahun 2014 lalu, target kita termasuk misalnya target Inovasi dapat diraih ditahun 2016, padalah tagetnya dapat diraih oada tahun 2018. Termasuk Raker 2018-2022 untuk bisa dicapai target-targetnya kedepan," Ujarnya.

Dwie juga mengaku, Raker UNHAS juga membahas, sasaran strategis yang bisa mensupport pembangunan provinsi Sulsel 5 tahun kedepan.

Nurdin Abdullah yang didaulat membuka Raker secara resmi mengaku grogi berdiri di hadapan para petinggi dan dosennya di Unhas. Ia bahkan mengaku datang meresmikan bukan karena surat undangan, namun atas perintah rektor.

Nurdin juga mengaku, kehadirannya pada Raker Unhas, untuk meminta dukungan dalam penyusunan program yang diharap dapat membantu perkembangan kabupaten/kota di Sulsel.

Nurdin memaparkan 4 poin penting yang harus dikembangkan, yaitu sektor pertanian dan perkebunan, sektor Perikanan, Sektor Pernakan dan sektor Pariwisata.

Disektor pertanian dan lerkebunan misalnya, saat ini menurut  Nurdin, saat ini Indonesia sudah mulai Impor coklat, latarnya untuk variasi rasa, namun intinya kekurangan karena produksi turun.

"Sulsel memang ditakdirkan jadi penyangga pangan Nasional. Sulsel memberi makan pada 21 Provinsi di Indonesia, namun nayatanya ditingkat produsen justru disitu terjadi kemiskinan," Ujar Nurdin.

Menurut Nurdin, Kabupaten Kecil dijadikan Kabupaten Benih. Seperti Kabupaten Bantaeng untuk menopang wilayah Selatan Sulsel.

"Namun kedepannya tantangan kita bukan hanya persoalan benih tapi inovasi. Dimusim kemarau sekarang saat ini hujan tidak turun, padahalada alternatif benih yang bisa dikembangkan, yaitu padi Gogo," Ujarnya.

Selain itu menurut Nurdin harus ditopang dengan Cekdam dan daerah aliran sungai (DAS) yang baik.

Disektror Perikanan, Nurdin menyampaiakan akan mengirim tenaga muda untuk mengikuti training dalam hal pengembangan diri dibidang perikanan.

"Kita sangat potensil untuk budidaya. Kita harus bawa pasar masuk ke sini untuk inverstasi, dan salah satu kendala kita adalah jaringan pasar. Dan saya berharap fakultas perikanan dan kelautan Unhas, ini menjadi langkah strategis untuk kerjasama kami" Ujarnya lagi.

Disektor peternakan, NA berharap, UNHAS dapat bekerjasama dengan Pemprov. Apalagi saat ini disaat menjelang hari besar Indonesia masih harus mengimpor daging dari India, yang notabene tidak diketahui cara penyembelihannya.

"Kita juga sangat potensial. Kita kenal NTT jadi lumbung padahal disana lahan kering. Kita juga berharap Pemprov dan Unhas bekerjasama  bahwa Sulsel siap jadi lumbung daging sapi Nasional, sisa memilih pakaia tekhnologi dari negara mana," Lanjut sang Prof.

Yang terakhir, disektor Pariwisata. Nurdin Abdullah menyampaikan, jika Bali tumbuh hanya karena objek wisatanya. Dibanding Sulsel, tidak kalah dari Bali.

"Selayar misalnya, saat ini memiliki 130 Pulau, dan baru 32 pulau yang berpenghuni. Hal ini bisa kita kembangkan," Katanya.

Kawasan wisata dianggapnya dapat mengurangi pengangguran karena banyaknya sumber usaha yang bisa tumbuh.

Nurdin berharap Unhas dapat bekerjasama diempat sektor, demi mengembangkan potensi yang besar di Sulsel.