Sabtu, 06 Oktober 2018 07:45 WITA

Informasi Adopsi Anak Korban Bencana Gempa dan Tsunami Palu Dipastikan Hoaks

Penulis: Azwar Basir
Editor: Nur Hidayat Said
Informasi Adopsi Anak Korban Bencana Gempa dan Tsunami Palu Dipastikan Hoaks
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Beberapa hari ini beredar informasi di kalangan masyarakat melalui media sosial bahwa ada puluhan anak korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang sedang mengungsi di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar diperbolehkan untuk diadopsi.

Atas informasi tersebut, sejumlah masyarakat, bahkan ada dari Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Bulukumba datang jauh-jauh ke LAN dengan niat mengadopsi anak yang dimaksud dalam informasi tersebut.

Kabar ini sempat merepotkan petugas atau relawan penampungan pengungsi korban gempa bumi dan tsunami di TK Akar Panrita Manakarra, Jalan Poros Baruga Antang, tepatnya di samping Gedung LAN, Kecamatan Manggala, Makassar.

Pihak Sekolah Yayasan Akar Panrita Manakarra, Fitriana Basira, yang ditemui di lokasi penampungan menegaskan informasi yang beredar di masyarakat tentang adopsi anak korban bencana tersebut adalah hoaks.

"Jadi kami tegaskan kembali berita yang beredar di masyarakat tentang perbolehkan anak korban bencana gempa dan tsunami adalah bohong (hoaks)," tuturnya.

loading...

Katanya, atas informasi tersebut banyak orang berdatangan dan menelepon karena mau mengadopsi anak-anak yang selamat dari musibah yang menimpa Sulteng. "Sudah banyak yang datang dan menelepon ke kami. Ada sekitar ratusan orang," sebutnya.

Koordinator Aliansi Relawan, Ahmad Mushawir, mengatakan informasi tersebut adalah informasi yang tidak benar. Iapun sangat menyayangkan dengan adanya kabar beredar terkait adopsi anak korban gempa Sulteng ini.

"Itu hoaks, Pak. Kami sudah briefing bersama dengan pihak yayasan dan teman relawan. Dan klarifikasi sudah kami sampaikan bahwa itu hoaks dan tidak benar," tuturnya. 

Ahmad mengatakan, korban gempa bumi dan tsunami yang diungsikan di Yayasan Akar Panrita Manakarra Antang sebanyak 112 orang. 84 di antaranya adalah anak anak usia dua bulan sampai 15 tahun. "Sudah ada dua orang yang sudah diambil oleh orang tuanya tadi malam," tutupnya.

Loading...
Loading...