Selasa, 02 Oktober 2018 23:30 WITA

"Kok Buah Sukun Menangis", SPG Buang Bayi dari Lantai 3 Mal yang Lahir di Toilet

Editor: Abu Asyraf
Matahari Dept Store Magelang yang menjadi lokasi SPG menjatuhkan bayinya dari lantai tiga.

RAKYATKU.COM - Romadon (44) cuek bebek saat mendengar suara benda jatuh, Selasa siang (2/10/2018). Juru parkir salah satu mal di Magelang, Jawa Tengah itu hendak beristirahat saat benda itu menerpa atap seng di lantai satu.

Walau jatuhnya cukup keras, dia mengira buah sukun. Maklum, di dekat tempat parkir itu memang terdapat pohon sukun. Sejurus kemudian, Romadon terhenyak. Ada suara tangisan bayi.

Dia bergegas menghampiri sumber suara. Alangkah kagetnya. Dia menemukan sesosok bayi tergeletak di tanah dalam kondisi terikat ari-ari. Bercak darah pun terlihat pada bagian kepalanya.
 
Kebetulan, mobil Patwal tengah melintas. Romadon pun melaporkan kejadian tersebut. Bayi berjenis kelamin perempuan yang masih hidup itu langsung dievakuasi ke RS Harapan Kota Magelang.

Polisi bergerak cepat. Sejumlah karyawan dan saksi diperiksa di lantai tiga mal. Polisi akhirnya mencurigai N (24). Dari hasil pemeriksaan petugas PPA dan Dokkes Polres Magelang Kota, ditemukan adanya tanda-tanda nifas dan bekas melahirkan.

"N kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter kandungan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bekas melahirkan dari yang bersangkutan," jelas Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku juga diketahui dalam kondisi pendarahan usai melahirkan bayinya. Dia juga sempat mengelak dan berbelit-belit saat diinterogasi petugas. N akhirnya mengakui perbuatannya, menjatuhkan bayinya dari lantai tiga Matahari Dept Store Magelang.

Loading...

"Sampai dengan saat ini, kondisi bayi masih normal. Ditemukan adanya bekas goresan pada pipi, punggung, tangan dan dada. Untuk kemudian dilaksanakan pemeriksaan dan perawatan intensif oleh pihak RS Harapan Magelang," imbuh Kristanto.

N diketahui bekerja sebagai Sales Promotional Girl (SPG). Dia diduga melahirkan di toilet kantin karyawan di lantai tiga. Polisi menemukan bercak darah. Dia diduga melahirkan sekitar pukul 11.30 WIB.

Dia lalu membuang bayinya melalui jendela toilet. Jarak lantai tiga dengan lantai dasar mal tersebut sekitar 12 meter. Ajaib, bayi itu selamat, walau mengalami beberapa luka di tubuhnya. Antara lain di pelipis kiri.

"Akibat perbuatannya, pelaku terancam UU perlindungan anak pasal 76 (c) jo. 80 (4) yaitu melaksanakan kekerasan terhadap anak dengan ancaman hukuman maksimal tiga tahun enam bulan penjara," urai Kristanto. 
 

Loading...
Loading...