Selasa, 02 Oktober 2018 16:55 WITA

Kapal Semen Tonasa Angkut Bantuan Pangkep untuk Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

Penulis: Saiful Mujib
Editor: Nur Hidayat Said
Kapal Semen Tonasa Angkut Bantuan Pangkep untuk Korban Gempa dan Tsunami Sulteng
Pelepasan kapal Tonasa Line XVIII pengangkut bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kaputapen Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018).

RAKYATKU.COM, PANGKEP - Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid, bersama Direktur Utama PT Semen Tonasa, Muh Subhan, melepas kapal Tonasa Line XVIII pengangkut bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kaputapen Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018).

Syamsuddin mengatakan, banyak pihak yang berusaha mengumpulkan bantuan, namun hanya sedikit angkutan dan transportasi. Ia pun berterima kasih, Semen Tonasa hadir mendukung kebutuhan transportasi untuk mengangkut bantuan kemanusian.

"Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat untuk saudara kita di Palu. Banyak yang menyumbang namun ada keterbatasan tranportasi, dan Tonasa hadir, terima kasih banyak teman-teman yang ada di Tonasa," ujar Syamsuddin.

Syamsuddin berujar lebih dari 3.000 warga Kabupaten Pangkep menetap di Palu. Pihaknya sementara mengumpulkan data keberadaan dan kondisi warga Pangkep yang masih ada di Palu dan Donggala.

Direktur Utama PT Semen Tonasa, Muh Subhan, mengatakan kapal pengangkut semen tujuan Samarinda tersebut hari ini diminta khusus singgah di Donggala, Sulawesi Tengah, membawa bantuan untuk korban gempa dan tsunami.

Loading...

Kapal Semen Tonasa Angkut Bantuan Pangkep untuk Korban Gempa dan Tsunami Sulteng 

Muatan kapal yang biasanya membawa 8.200 ton semen curah, dikurangi hingga 200 ton untuk mengakomodasi bantuan.

"Pasca terjadinya gempa kita bergerak cepat, bantuan lewat jalur darat sudah disalurkan. Hari Minggu kemarin kita kirim genset. Hari ini kita menggunakan jalur laut. Alhamdulillah mendapat support dari berbagai stakeholder, Bupati, Dandim, Polres, dan beberapa pihak lain, sehingga ada sekitar 215 kemasan besar, kira-kira 70 ton," ungkap Subhan.

Loading...
Loading...