Sabtu, 29 September 2018 18:27 WITA

Gempa dan Tsunami di Palu

Sebelum Sambungan Telepon Terputus, "Mama Hancur Rumahku"

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Mulyadi Abdillah
Sebelum Sambungan Telepon Terputus,
Andi Rahmatiah saat meminta bantuan kepada Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, Sabtu (29/9/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - "Pak wali, tolong anak saya pak," pinta wanita berumur 54 tahun, Andi Rahmatiah kepada Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

Suara dengan nada bergetar itu disampaikan kepada Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto saat meninggalkan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Sabtu (29/9/2018).

Mata Andi Rahmatiah nampak sembab mengingat anak perempuannya, Andi Kusmayanti yang belum ada kabar pasca gempa dan tsunami mengguncang Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Andi Kusmayanti dalam dua bulan terakhir bermukim di BTN Baliase, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Andi Rahmatiah hanya satu kali mendengar suara anaknya melalui sambungan ponsel. Itupun hanya tiga kata saja. Setelahnya, telepon terputus.

"Subuh-subuh, sekitar pukul 02.00 Wita anak saya menelpon. Tapi sambungan putus-putus. Dia cuma bilang 'mama hancur rumahku'. Sudah itu tidak ada mi suaranya," ucapnya sambil menyeka air mata.

Saat telepon dari sang anak terputus, wanita yang merupakan Lurah Maradekayya, Kota Makassar itu terus mencoba menelepon balik. Namun tak berhasil tersambung.

"Saya coba SMS dia. Minta suruh dia pulang ke Makassar. Tapi tidak ada balasan dari dia," imbuhnya.

Andi Kusmayanti adalah ibu dari dua orang anak yang masih berusia 3 tahun dan 2 tahun. Ia juga seorang apoteker yang terpaksa merantau demi mendampingi suami yang bekerja di Inspektorat Kota Palu.

loading...

Kekhawatiran Andi Rahmatiah kian menjadi. Pasalnya, tepat sehari sebelum bencana alam itu terjadi. Ia mendapat kabar bahwa kedua cucunya jatuh sakit.

Tak ingin terus dihantui rasa gelisah, ia dan suami sejak pagi tadi berusaha mencari angkutan umum untuk membawanya ke kabupaten yang berjarak sekitar 13 kilometer dari Kota Palu itu.

Namun apa daya, Andi Rahmatiah tak bisa berbuat banyak. Kendaraan roda empat maupun pesawat terbang, tak ada yang dapat membawanya ke Sulawesi Tengah.

"Jadi pas saya dengar Pak Wali mau berangkatkan tim ke Palu. Saya langsung datang ke sini (DPRD). Alhamdulillah bapak mengizinkan saya ikut rombongan ke sana. Saya bisa sedikit lega," ungkapnya.

Andi Rahmatiah mengaku akan melakukan upaya apapun demi bertemu dengan anak, cucu dan menantunya. Meskipun harus berangkat ke lokasi bencana yang medannya sangat berat.

"Insya Allah, apapun saya jalani, yang penting saya bisa bertemu mereka. Saya mau tahu bagaimana keadaan mereka di sana. Saya tidak bisa diam saja di sini. Sementara nasib mereka belum jelas," ucapnya.

Loading...
Loading...