Kamis, 27 September 2018 19:30 WITA

Tak Ada Pupuk Kakao Bersubsidi, Petani di Luwu Raya Kewalahan

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Nur Hidayat Said
Tak Ada Pupuk Kakao Bersubsidi, Petani di Luwu Raya Kewalahan

RAKYATKU.COM, LUWU TIMUR - Sejumlah petani kakao di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan, mengaku sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk menyuburkan tanamannya.

Pasalnya, sampai saat ini pemerintah belum menyediakan pupuk bersubsidi bagi petani kakao. Sementara untuk pupuk nonsubsidi, harganya cukup mahal.

Olehnya petani kakao, khususnya yang berada di Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur, terpaksa menggunakan pupuk phonska, yang merupakan pupuk majemuk bersubsidi.

HUB Manager Luwu Timur, PT Mars Symbioscience Indonesia, Saiful Alam, mengatakan harga pupuk Fertila, yaitu Rp500 ribu per 50 kilogram. Sementara untuk memenuhi kebutuhan tanaman kakao di lahan seluas satu hektare, dibutuhkan sebanyak 700 kilogram pupuk. Dengan estimasi biaya sebesar Rp7 juta.

Sedangkan harga pupuk phonska, hanya berkisar Rp120 ribu per 50 kilogram. Dengan dana sekitar Rp1,6 juta, petani sudah dapat memupuk tanaman kakao di lahan seluas 1 hektare.

Loading...

"Sebenarnya phonska tidak ideal untuk tanaman kakao. Tapi karena harganya jauh lebih murah, penggunaan pupuk tersebut menjadi solusi termudah bagi petani," ujar Saiful kepada Rakyatku.com, Kamis (27/9/2018).

Agar dapat digunakan dalam menyuburkan tanaman kakao, pupuk phonska harus dikombinasikan dengan kapur dan unsur hara mikro.

"Jika tidak dikombinasikan, maka manfaat pupuk tersebut terhadap tanaman kakao tidak akan maksimal," pungkas Saiful.

Loading...
Loading...