Kamis, 27 September 2018 18:51 WITA

Kompala Unifa Tuntaskan Pemanjatan Tebing Mandu Selama 36 Jam 

Editor: Mulyadi Abdillah
Kompala Unifa Tuntaskan Pemanjatan Tebing Mandu Selama 36 Jam 
Foto: IST

RAKYATKU.COM, ENREKANG - Tim ekspedisi panjat tebing, Komunikasi Pencinta Alam (Kompala) Universitas Fajar (Unifa) Makassar sukses menapaki puncak tebing Tontonan, Kelurahan Tanete, Kecamatan Angeraja, Kabupaten Enrekang, sejak Rabu (26/9/2018) kemarin.

Ekspedisi panjat tebing bertajuk Xpdc Semut II Kompala Unifa itu memulai pemanjat di tebing dengan ketinggian sekitar 150 meter itu pada Selasa sekitar pukul 09.00 Wita. 

Kemudian tim pemanjat yang terdiri empat orang putra itu menggapai top tebing yang dikenal juga sebagai tebing Mandu pada Rabu sekitar pukul 17.00 Wita. 

"Kami melakukan pemanjatan sekitar 36 jam," kata Muhammad Fatullah, Ketua Tim Xpdc Semut II Kompala Unifa, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (27/9/2018).

Ullah, sapaan Muhammad Fatullah mengatakan, pemanjatan yang dilakukan Xpdc Semut II Kompala Unifa ini menggunakan sistem Alpine Tactic. Sistem ini, kata dia, tim akan melakukan pemanjatan tanpa turun lagi ke titik start. Tim akan terus berada di tebing untuk terus melakukan pemanjatan hingga mencapai puncak tebing. Segala aktivitas lain, seperti makan, tidur dilakukan di atas tebing. 

Kompala Unifa Tuntaskan Pemanjatan Tebing Mandu Selama 36 Jam 

Ullah menceritakan, pada pemanjatan hari pertama yang bertindak sebagai pemanjat leader adalah Rusli, mahasiswa Program Studi Manajemen Unifa. Target pada hari pertama ini adalah memanjat hingga di ketinggian sekitar 50 meter dari titik start atau dasar tebing. 

"Menggapai target di ketinggian sekitar 50 meter sekaligus menjadi tempat istirahat atlet. Kami membuat flying camp di atas. Kami tidur, makan diatas tebing dan tidak turun lagi," jelas Ullah.

Ullah juga menyebutkan, kaki tebing Mandu terdapat di seberang sungai bernama Mataallo. Karena itu, kata dia, tim Xpdc Semut II Kompala Unifa membuat jalur tyrolean, yakni jalur penyeberangan sungai dengan mengunakan tali tegang. Titik awal pemanjatan berada di ujung lintasan Tyrolean itu.

Kemudian pada hari kedua, leader pemanjatan dilanjutkan oleh atlet kedua bernama Alpin, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Unifa. Ia bertugas menambah ketinggian sekitar 40 meter lebih dari tempat flying camp tadi. 

"Dari leader Alpin, pemanjatan dilanjutkan oleh saya hingga mencapai puncak tebing Mandu, " kata mahasiswa Program Studi Akuntansi S1 Universitas Fajar ini. 

Sementara Ketua Kompala Unifa, Yhadi Pratama mengatakan sangat bersyukur tim menyelsaikan pemanjatan sesuai target dan tanpa kendala berarti. "Alhamdulillah, tim tiba di puncak tebing sebelum gelap malam," ujarnya.

Kompala Unifa Tuntaskan Pemanjatan Tebing Mandu Selama 36 Jam 

Yhadi mengatakan, selain melakukan pemanjatan, tim Xpdc Semut II Kompala Unifa juga melakukan kegiatan riset budaya dan sosial sekitar tebing. Sementara obyek yang riset tim selain pemanjat adalah situs sejarah berupa tempat penguburan yang berada tak jauh dari titik pemanjatan.

"Kami masih mengumpulkan data dengan mewawancarai beberapa pihak terkait. Seperti warga, tokoh masyarakat, pemerintah dan budayawan di Enrekang, " ucapnya.

"Riset kami seputar bagaimana penggunaan tebing sebagai tempat pemakaman oleh masyarakat Enrekang dan Toraja, " sambung Yhadi.

Setelah pemanjatan di tebing ini, tim ekspedisi Semut II Kompala Unifa yang tergabung dari semua program studi Unifa ini kemudian melanjutkan pemanjatan di Kabupaten Toraja, tepatnya Tebing Kanaan, Lembang Bala Randanan, Kecamatan Mengkendek. 

Rencananya, tim akan bergerak ke Toraja pada Jumat (28/9/2018) besok.

"Kegiatan kami di Toraja hampir sama dengan di sini. Yakni pemanjatan dan pengumpulan data di tebing, " ujarnya. 

Sekedar informasi, rombongan Xpdc Semut II, Kompala Unifa ini sudah berada di pinggir sungai Matallo sejak Minggu (23/9/2018) lalu. Mereka mendirikan camp untuk mempersiapkan segalanya termasuk pembuatan jalur tyrolean.

Loading...