Kamis, 27 September 2018 07:30 WITA

Mana yang Lebih Utama Memilih Rumah Dekat Masjid atau yang Jauh?

Editor: Abu Asyraf
Mana yang Lebih Utama Memilih Rumah Dekat Masjid atau yang Jauh?
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Banyak orang yang malas salat berjemaah ke masjid hanya karena enggan berjalan kaki. Apalagi di bawah terik matahari seperti saat ini. Padahal, di baliknya terkandung keutamaan.

Berjalan kaki ke masjid justru termasuk disunnahkan. Sebagaimana yang diriwayatkan Imam muslim dan shahihnya dari hadits Ubai bin Ka’ab radhiyallahu anhu. 

Ubai bin Ka’ab berkata, "Dahulu ada seseorang dari Anshar yang rumahnya paling jauh dari kota Madinah, akan tetapi ia tidak pernah ketinggalan salat berjemaah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam."

Kemudian kami menghampirinya dan saya mengatakan, "Wahai fulan! Kalau sekiranya engkau membeli seekor keledai yang melindungimu dari kerikil dan melindungimu dari panasnya bumi."

Dia menjawab: “Walallahi bukanlah yang menjadi keinginanku bahwa rumahku berdekatan dengan rumah Muhammad shalallahu alaihi wasallam". 

Kemudian Ka’ab berkata, “Maka akupun menghadap Nabi shallallahu alaihi wasallam dan memberi tahu beliau". 

Kemudian ka’ab berkata, "Maka beliau memanggilnya, kemudian diceritakanlah kembali dan orang ini menyebutkan bahwa ia berharap dengan perbuatannya itu pahala dari Allah".

Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya bagimu apa yang engkau kerjakan." Dalam riwayat lain, "Sungguh Allah telah mengumpulkan bagimu semuanya."

Diriwayatkan Abu Daud di sunan beliau dari hadits Aus As Saqafi radhiyallahu anhu berkata, dia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat kemudian pergi ke masjid lebih awal, dan berjalan tidak mengendarai kendaraan, menunggu Imam dan mendengarkan dengan seksama khutbah tidak melakukan hal-hal yang sia-sia maka pada setiap langkahnya terhitung amalan setahun salat dan puasa." (HR. Abu Daud)

Dalam shahih Muslim disebutkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Apakah kalian ingin aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah hapuskan dosa-dosa (kalian), dan mengangkat dengannya derajat-derajat (kalian)”. 

“Tentu wahai Rasulullah,” jawab mereka. 

Beliau bersabda, "Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang dibenci, memperbanyak langkah menuju masjid, menunggu salat setelah salat, maka itulah ar ribath." (HR. Muslim)


 

Berita Terkait