Rabu, 26 September 2018 15:09 WITA

Simpan Heroin di Miss V, Wanita Ini Diobok-obok Pecandu Tengah Malam

Editor: Aswad Syam
Simpan Heroin di Miss V, Wanita Ini Diobok-obok Pecandu Tengah Malam
Jodine Harvey

RAKYATKU.COM, CORNWALL - Steven Brown (40), dibangunkan oleh jeritan pacarnya, Jodine Harvey (38), pada tengah malam. Dia menyalakan lampu, tampak Vincent Rutter kaget. Tangannya masih di alat vital Jodine.

"Dasar kau cabul," Steven lalu menyerang Vincent dengan serangan yang brutal. Selama 36 jam, Steven dan Jodine, menyandera dan memukuli Vincent di rumah kediaman Vincent di St Austell, Cornwall. Akibatnya, 17 tulang rusuk Vincent patah, paru-parunya bocor, dan limpanya robek.

Steven dan Jodine, akhirnya ditahan. Di pengadilan, Vincent mengatakan, rumahnya sering didatangi kedua pelaku untuk pesta narkoba.

Malam itu, usai pesta, Steven dan Jodine tertidur di sofa. Vincent yang mengetahui masih ada heroin yang disembunyikan Jodine di alat vitalnya, kemudian mendatangi wanita itu.

Sebuah kinder (telur plastik), yang didalamnya berisi heroin, tampak menyembul di celana dalam Jodine. Dia pun mengampainya dan pelan-pelan hendak mengeluarkannya. Namun apes, Jodine terbangun dan menjerit pada tengah malam itu.

Jaksa Penuntut Joss Ticehurst mengatakan: "Itu merupakan serangan berkelanjutan di berbagai ruangan selama beberapa waktu. Tuan Rutter akhirnya berhasil keluar dari flat ketika para terdakwa tertidur."

Menggambarkan motif serangan itu, pengacara Ed Bailey mengatakan: "Apa yang memicu itu adalah Tuan Vincent mencoba mengeluarkan obat dari selangkangan nona Jodine. Namun Jodine menjerit, dan tuan Steven bereaksi dengan cara yang dia anggap benar-benar tidak pantas. Sekarang dia sadar."

Pengacara Jodine, Deni Matthews mengatakan, dia tidak berniat melukai Vincent. 

Hakim Simon Carr berkata: "Itu bukan tindakan seksual. Nona Harvey, kau bangun dan menemukan seorang lelaki dengan jari-jarinya di dalam vaginamu dan dalam gelap gulita tidak tahu itu Tuan Vincent." 

"Tuan Steven, kau bangun dan menyerang lelaki itu, dan Tuan Vincent kemudian menjadi korban pemukulan terus-menerus yang tidak bisa dimaafkan. Kalian bertiga kemudian mengajukan masalah ini ke satu sisi, dan terus menggunakan narkoba dan bersosialisasi dengan Tuan Vincent yang tidak tahu seberapa parah dia terluka. Itu adalah serangan yang sepenuhnya tidak adil, berkelanjutan dan brutal." 

Steven dipenjara selama tiga tahun sementara Jodine dijatuhi hukuman 16 bulan. Mereka sebelumnya telah membantah tuduhan tersebut, dan seorang juri tidak dapat mencapai putusan. Namun, mereka mengaku bersalah sebelum pengadilan ulang.