Selasa, 25 September 2018 21:44 WITA

Jangan Rusak Demokrasi dengan Politik Uang 

Penulis: Rahmatullah
Editor: Eka Nugraha
Jangan Rusak Demokrasi dengan Politik Uang 

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA --- Money politic atau politik uang pada penyelenggaran Pemilu 2019 yang sedang masuk tahapan saat ini menjadi perhatian penting bagi Anggota DPR RI Andi Mariattang.

Andi Mariattang mengaku, politik uang dapat merusak demokrasi yang sementara terbangun di Indonesia. Politik uang juga mengajarkan masyarakat terbiasa memilih pemimpinnya tidak dengan melihat integritas dan kemampuannya, melainkan seberapa banyak uang yang bisa dibagikan.

Pemilu 2019 ini, lanjut Mariattang, harusnya menjadi panggung untuk membangun tatanan demokrasi yang lebih baik. Menjadi momentum untuk melakukan pendidikan politik bagi masyarakat, dengan melakukan gerakan anti money politic.

"Gerakan Anti Money Politik harusnya diinisiasi oleh peserta pemilu bukan sebaliknya. Jika semua peserta pemilu berkomitmen untuk menolak money politik dalam pemilu ini, saya yakin akan lahir pemimpin pemimpin yang baik, pemimpin yang memiliki kepedulian dan keberpihakan pada masyarakat," Kata Andi Mariattang, saat melakukan sosialisasi Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, di Kabupaten Bulukumba, di Ball Room Hotel Agri, kamis  (24/9/2018) sore kemarin.

Andi Mariattang juga menjelaskan, caleg harus memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, bukan sebaliknya caleg menang  karena ditopang uang yang banyak. 

"Saya yakin calon tersebut setelah terpilih akan lupa dengan aspirasi masyarakat. Karena sebelumnya telah melakukan money politic," paparnya.

Bakri Abubakar anggota Komisioner Bawaslu Kabupaten Bulukumba, yang hadir pada kegiatan ini menjelaskan, dengan melakukan pengawasan partisipatif dapat membentuk karakter dan kesadaran politik masyarakat agar dapat meningkatkan kualitas demokrasi.

"Pengawasan partisipatif dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas demokrasi," ucapnya.

Loading...