Selasa, 25 September 2018 18:54 WITA

Legislator PKS Tagih Janji Jokowi Setop Impor Pangan

Penulis: Fathul Khair
Editor: Mulyadi Abdillah
Legislator PKS Tagih Janji Jokowi Setop Impor Pangan
Akmal Pasluddin

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Anggota komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin menagih janji kampanye Jokowi-Jusuf Kalla untuk menyetop impor produk pangan. Hal itu disampaikan menyusul sikap pemerintah yang justru membuka peluang impor.

Legislator PKS dari Sulsel ini mengatakan, setiap awal tahun ia memberi masukan kepada pemerintah untuk mewaspadai segala tantangan-tantangan negara yang terberat agar diselesaikan secara bijak. Peringatan terakhir dan terbukti saat ini adalah terkait tantangan energi, daya beli dan pangan. 

Tiga hal ini menurutnya, pemerintah belum memberikan rasa puas, rasa nyaman dan rasa aman kepada masyarakat. Sehingga rakyat pada umumnya merasa gelisah.

“Pada momen Hari Tani Nasional tahun ini, saya sangat berharap kepada pemerintah agar berjanji yang akan ditepati, yakni memajukan petani negeri ini maju dan berjaya. Ketika petani maju dan berjaya, maka negara ini akan segera menemukan kedigdayaannya, baik di mata rayat sendiri maupun di mata negara lain”, ucap Akmal Pasluddin, Selasa (25/9/2018).

Ketua Kelompok Komisi IV DPR dari FPKS ini menguraikan bahwa hari lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) pada 1960 pada 24 september tahun itu, menjadi patokan sebagai  peringatan Hari Tani Nasional. Isu yang dibawa adalah hak kepemilikan atas tanah. 

"Namun kita melihat, bahwa hingga saat ini, turunan program perlindungan hak atas tanah tidak dilakukan secara komprehensif. Misal Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, sudah di sahkan hampir sepuluh tahun, tapi dampaknya minim. Lahan terus terkonversi tanpa ada upaya pengganti secara serius," jelas Akmal yang kini mencalonkan kembali di Pemilu 2019.

“Petani kita hanya ingin sederhana. Pemerintah hanya diminta menjamin, keterjangkauan harga, Pendidikan murah dan jaminan kesehatan yang baik. Tiga hal ini masih menjadi keluh kesah petani kita, sehingga mereka belum mau dikatakan maju apalagi berjaya. Saya harap pemerintah mendengar aspirasi petani yang saya bawa ini sebagai awalan masukan penyampaian kepada Menteri pertanian yang juga semoga diteruskan kepada Presiden”, pungkas mantan legislator DPRD Sulsel ini.