Rabu, 26 September 2018 00:30 WITA

Buka Rumah Bordil yang Menjajakan Robot Seks, Warganya Amerika Marah 

Editor: Eka Nugraha
Buka Rumah Bordil yang Menjajakan Robot Seks, Warganya Amerika Marah 

RAKYATKU.COM, AMERIKA SERIKAT --- Sebuah perusahaan di Amerika Serikat akan membangun sebuah rumah bordil. Letaknya di Houston, Texas. 

Rumah bordil ini bukan rumah bordil biasa. Kali ini, rumah itu menjajakan robot seks yang sangat mirip dengan manusia. Harganya, mulai 2.500 dollar AS atau hampir Rp49 juta per unitnya. Sebelum membeli robot itu, semua orang bisa menyewanya dan digunakan di rumah bordil itu. 

Tak hanya amat mirip manusia, robot-robot ini juga akan bereaksi saat disentuh. Sementara versi dengan harga lebih mahal bahkan bisa diajak mengobrol. 

Rencana ini ternyata bukan yang pertama kali. Di perusahaan utamanya di Toronto, Kanada, pelanggan bisa membayar 91 dollar AS atau sekitar Rp 1,3 juta untuk satu jam menyewa robot ini. Kepada harian The Washington Examiner, Yuval Gabriel mengatakan di masuk ke pasar AS karena sejauh ini belum ada regulasi untuk bisnis yang akan dijalaninya itu. 


Rencana rumah bordil untuk robot ini ditentang banyak orang. Mereka berasal dari kelompok keagamaan dan organisasi non pemerintah. 

Micah Gamboa dari organisasi Elijah Rising yang fokus pada upaya untuk mengakhiri bisnis seks di AS salah satunya. 

Loading...

"Keprihatinan terbesar kami adalah rumah bordil robot ini akan mengajari para pria untuk menjadi pemerkosa?" kata Elijah kepada stasiun televisi ABC13. 

Kelompok lain yang menentang rencana pembukaan rumah bordil robot ini adalah Love People Not Pixel yang fokus melawan kecanduan konten seksual di dunia maya. 

"Kita saat ini membicarakan robot, lalu besok kemungkinan virtual reality," ujar Joe Madison, dari Love People Not Pixel. 

Sebagian warga kota Houston juga tidak menyambut rencana kontroversial itu. "Ada banyak sekolah dan permukiman warga di sini. Memiliki tempat seperti itu di sekitar kami sungguh menjijikkan," ujar Andrea Paul, seorang warga. 

Di sisi lain, meski tentangan datang dari berbagai penjuru secara hukum bisnis semacam ini sama sekali tidak melanggar undang-undang di AS. Tempat ini tidak masuk dalam katagori bisnis berorientasi seksual sehingga satu-satunya yang harus didapatkan pemilik usaha adala izin menggunakan bangunan.
 

Loading...
Loading...