Selasa, 25 September 2018 14:32 WITA

Bupati Maros Genjot Zakat PNS

Editor: Mulyadi Abdillah
Bupati Maros Genjot Zakat PNS
Foto: IST

RAKYATKU.COM, MAROS - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Maros menargetkan penerimaan zakat sebesar Rp12 Miliar per tahun. Target ini khusus penerimaan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemkab Maros. 

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Baznas Maros Jamalik Yusuf Selasa (25/9/2018) dalam kegiatan penyerahan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Bupati Maros. 

Jamalik mengatakan, target angka Rp12 Miliar ini dari 7.200 ASN Pemkab Maros yang mengeluarkan zakat profesinya sebesar 2,5 persen tiap bulannya. 

"Saat ini hanya 2.500 ASN yang didebet langsung dari gaji ASN melalui rekening gaji yang diserahkan ke Baznas untuk zakat per bulannya. Saat ini zakat ASN yang dikelola Baznas baru Rp1 Miliar padahal kalau optimal dari ASN saja bisa mencapai Rp12 Miliar," ujarnya. 

Untuk mencapai target ini, Baznas Maros bekerjasama dengan Pemkab Maros membentuk UPZ per OPD yang akan bertugas mengumpulkan zakat dari masing-masing OPD se-kabupaten Maros kemudian menyetorkan ke Baznas. 

Selain itu, tiap ASN akan mendapat kartu Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ). "Baznas berharap upaya ini dapat meningkatkan jumlah pengelolaan zakat dari ASN," paparnya. 

Sementara itu, Bupati Maros HM Hatta Rahman mengakui potensi pengelolaan zakat dari ASN Maros sangat besar. Namun, saat ini baru sekitar Rp1 Miliar yang dikelola oleh Baznas sehingga dilakukan upaya peningkatan pengelolaan zakat dari ASN. 

"Dalam setahun kita bayarkan gaji ASN Maros sekitar Rp495 Miliar atau Rp33 Miliar per bulan. Kita berharap nantinya seluruh ASN dapat mengeluarkan zakat dari gajinya sebesar 2,5 persen. Kalau sekarang kan tidak ditentukan nilainya, ada yang sudah 2,5 persen ada juga yang ala kadarnya. Ini yang ingin kita berikan pemahaman ASN bahwa zakat tidak mengurangi harta tapi justru membersihkan harta dan menambah rezeki," beber Hatta.