Selasa, 25 September 2018 13:23 WITA

Angin Kencang, Atlet Panahan Toraja Atur Strategi di Porda Sulsel

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Angin Kencang, Atlet Panahan Toraja Atur Strategi di Porda Sulsel
Sultan Muhrib (23).

RAKYATKU.COM, PINRANG - Perlu strategi khusus bagi para atlet panahan yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional (Porda) Sulsel di Kabupaten Pinrang. Sebab, faktor cuaca sangat berpengaruh saat anak panah dilepaskan.

Pada pertandingan cabang olahraga (Cabor) panahan yang digelar di Stikes Baramuli, Kabupaten Pinrang, angin cukup kencang. Apalagi, pertandingan yang terlaksana di luar ruangan ini, kekuatan angin sulit diprediksi.

Akan tetapi, atlet putra panahan asal Tana Toraja, Sultan Muhrib (23) mengaku sudah punya strategi khusus dalam mengantisipasi angin yang kencang. "Dari pelatih sudah diberikan instruksi. Memang kalau angin kencang bidikannya goyang menuju Target Fish," ungkapnya saat ditemui, Selasa (25/9/2018).

Muhrib menjelaskan, jika angin datang dari arah depan, proses panah yang harus dibidik harus ke bawah. Begitu pula kalau angin datang dari arah belakang.

"Sedangkan kalau angin dari samping kiri, bidikan digeser ke kanan begitu juga sebaliknya. Itu dilakukan agar busur bisa melengkung melawan arah angin," ungkapnya.

Menurut Muhrib, dirinya harus betul-betul pandai membaca arah angin. Sebab, kelas yang ia jalani adalah Standar Bow, dimana anak panah yang digunakan terbuat dari alumunium.

"Kalau standar bow itu rumitnya kalau angin kencang. Kan anak panahnya dari alumunium. Kalau level internasional itu pakai yang karbon," jelasnya.

Tana Toraja hanya menurunkan empat atlet panahan, terdiri dari dua putra dan dua putri. Kelas yang diberikan keempat atlet tersebut adalah putra dan putri kelas para lombo yunior dan putra dan putri standar bow.

"19 kabupaten/kota yang berpartisipasi di Cabor panahan. Kalau bicara soal pesaing berat, saya pikir sangat susah memprediksi daerah mana yang kuat. Semua merata," pungkasnya.