Senin, 24 September 2018 19:00 WITA

Telat Setor LADK, PDIP Jadi Penonton?

Editor: Eka Nugraha
Telat Setor LADK, PDIP Jadi Penonton?

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Partai Demokasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bantaeng terancam diskualifikasi pada Pemilihan Legislatif 2019 mendatang. Partai ini disebut telat menyetorkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) ke KPU Bantaeng.

Ketua Bawaslu Bantaeng, Muhammad Saleh membenarkan jika ada parpol yang telat menyetorkan LADK nya. Parpol yang telat itu adalah PDIP. 

"Semua (parpol) menyetor LADK, cuma PDIP yang terlambat beberapa menit," ucap Saleh kepada Rakyatku.com, Senin, (24/9/2018).

Saleh mengaku masih memberikan waktu kepada KPU untuk menggelar pleno. Hanya saja, belum penjelasan resmi siapa yang akan melaksanakan pleno. Sekadar diketahui, masa jabatan KPU Bantaeng berganti pada Senin (23/09/2018). 

"Apakah itu plenonya KPU Provinsi, karena KPU Bantaeng periode 2013-2018 berakhir tanggal 23 September 2018 dan anggota KPU yang baru periode 2018-2023 dilantik hari ini (24/9/2018)," bebernya.

Muhammad Saleh menjelaskan, jika PDIP terlambat dan belum pernah melaporkan, maka dia bisa dibatalkan sebagai peserta pemilu untuk wilayah Bantaeng. "Dan kalau benar dibatalkan, maka PDI-P bisa mengajukan Sengketa ke Bawaslu Kabupaten Bantaeng," terangnya.

Diketahui, LADK partai merupakan kewajiban partai untuk melaporkannya ke KPU sebagaimana diatur dalam PKPU Nomor 24 Tahun 2018 tentang Dana Kampanye. Batas akhir pelaporannya, Minggu (23/9/2018) kemarin pukul 18.00 Wita.

Dalam hari terakhir batas penyerahan LADK ini ada hal yang berbeda, karena para komisioner KPU Bantaeng periode 2013-2018 ini menjadi hari terakhir mereka. Kelima komisioner ini, Nurbaeti, Andi Harianto, Hamzar, Syamsul Qadri dan Marwiyah Yahya.