Senin, 24 September 2018 08:25 WITA

Ketika Gurita Dicekoki Ekstasi, Begini Jadinya 

Editor: Eka Nugraha
Ketika Gurita Dicekoki Ekstasi, Begini Jadinya 

RAKYATKU.COM --- Peneliti dari Amerika Serikat menemukan hal yang unik saat gurita diberikan ekstasi. Hewan ini langsung mengalami evolusi dan lebih sosial. 

Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti di Universitas Johns Hopkins. Dalam jurnal Current Biology disebutkan jika ekstasi ini bisa mempengaruhi gurita seperti yang terjadi pada manusia. 

Dalam keadaan normal, gurita adalah hewan soliter. Dia dapat memangsa sesamanya lain setelah kawin. Para peneliti mengatakan cara mereka berperilaku lain saat menggunakan narkoba. 

Gl Dlen, seorang ahli syaraf di Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins yang memimpin penelitian menyebut jika ekstasi mengandung zat kimia yang disebut serotonin. Serotonin membuat orang lebih mudah bergaul.

Meski gurita adalah makhluk cerdas, otak mereka secara fisik sangat berbeda dengan manusia. Karena alasan itu, para peneliti tidak yakin bagaimana mereka akan merespons.

Penelitian ini dilakukan dengan sampel empat ekor gurita. Hasilnya menemukan bahwa keempatnya menghabiskan lebih banyak waktu bersama gurita lainnya daripada sebelum diberikan obat.

"Mereka cenderung memeluk sangkar dan meletakkan bagian mulut mereka di kandang," kata Prof Dlen seperti dilansir BBC.

Apa artinya hasil penelitian ini? Temuan itu menunjukkan bahan kimia otak mungkin menjadi kunci perilaku sosial dari berbagai spesies yang sangat berbeda. Hal itu berlaku meskipun banyak sel saraf yang bereaksi terhadap serotonin berada di tangan gurita.

"Kita bisa mengatakan otak gurita benar-benar berbeda dengan manusia, tetapi kita perlu sinapsis atau neurotransmitter ini," kata Prof Dlen.