Minggu, 23 September 2018 17:49 WITA

Mistis, Ini Kisah Siswi Bulukumba Lompat ke Sungai Sedalam 150 Meter

Editor: Aswad Syam
Mistis, Ini Kisah Siswi Bulukumba Lompat ke Sungai Sedalam 150 Meter
Serli terbaring usai ditolong seorang pemuda, karena aksi nekatnya melompat ke Jembatan Sungai Raoa, Sabtu (22/9/2018).

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Sabtu (22/9/2018) siang. Sepulang sekolah, Serli, seorang gadis asal Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, bersua dengan seorang pemuda.

Serli kemudian berboncengan dengan pemuda itu ke pelabuhan Bulukumba. Tak lama di pelabuhan, Serli lalu meminta diantar ke Jembatan Raoa. Pemuda itu awalnya menolak, namun karena Serli mengancam akan loncat dari motor, terpaksa pemuda itu mengantarnya ke jembatan yang terkenal angker itu.

Sampai di jembatan, tanpa basa-basi, siswi SMK di Kajang ini, langsung terjun ke sungai sedalam 150 meter itu. 

"Saya lihat dia buka sepatu, lalu loncat," ujar Khairil, salah seorang saksi mata.

Si pemuda yang memboncengnya panik lalu berteriak minta tolong. Teriakannya mengundang perhatian warga. Seorang pemuda beradrenalin tinggi, langsung loncat ke sungai yang merupakan muara laut itu, dan menyelamatkan gadis itu.

Ada beragam versi terkait apa penyebab siswi itu lompat. Termasuk alasan mistis.

Salah seorang warga, Sugi menyebut, daerah itu memang dihuni banyak makhluk astral. Menurutnya, kemungkinan Serli kerasukan roh yang kemudian membawanya ke jembatan itu lalu loncat.

"Dan saya rasa itu juga bisa jadi kemungkinan penyebabnya, karena di dearah itu memang bisa dibilang  mistik," ujar Sugi.

Warga lainnya menyebut, korban saat itu sedang berswafoto namun terpeleset. "Dia berfoto selfie, sayang kakinya terpeleset," ujar Muh Amfibi.

Sekertaris Camat Kajang, AM Guntur yang dikonfirmasi Rakyatku.com, membenarkan peristiwa heboh itu. Ia mendapat informasi dari warga sekitar lokasi kejadian.

"Itu juga saya dapat dari warga, dan menurut pak dusun di sana, Serli terpeleset. Tapi kalau keterangan dari gurunya, katanya kesurupan. Anak tersebut berasal dari Kecamatan Herlang," jelasnya.

Hingga kini, informasi kebenarannya masih simpan siur. Apalagi pihak keluarga belum bisa dikonfirmasi atas peristiwa ini. Serli sendiri belum bisa dimintai tanggapannya. Saat ini ia masih dirawat intensif di Puskesmas Kajang.