Minggu, 23 September 2018 01:02 WITA

KH Ma'ruf Amin: Saya Mundur dari MUI Jika Terplih Wapres

Editor: Adil Patawai Anar
KH Ma'ruf Amin: Saya Mundur dari MUI Jika Terplih Wapres

RAKYATKU.COM - KH Ma'ruf Amin resmi mundur dari jabatannya sebagai Rais Aam PBNU setelah ditetapkan sebagai cawapres mendampingi Joko Widodo. Namun Ma'ruf menyatakan tetap menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan baru akan mundur jika terpilih menjadi wakil presiden.

"MUI peraturan beda. Dia tidak boleh merangkap, jadi mungkin nanti saya mengundurkan diri pada saat saya sudah ditetapkan sebagai wapres," ujar Ma'ruf usai rapat pleno di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, dilansir Merdeka.com, Sabtu (22/9).

Menurut Ma'ruf, aturan di MUI tidak mewajibkan Ketua Umum mengundurkan diri saat masih berstatus sebagai calon wakil presiden.

"(Mundur kalau) sudah terpilih. Aturannya gitu," ucapnya.

KH Ma'ruf Amin resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Rais Aam PBNU dua hari setelah ditetapkan KPU sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo. Jabatan Rais Aam PBNU kini diduduki KH Miftachul Akhyar.

Sementara KH Ma'ruf Amin kini dimasukkan ke dalam jajaran Dewan Penasihat atau Mustasyar PBNU masa abdi 2015-2020.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf juga menegaskan masih tetap sebagai kader yang siap berjuang bersama NU. "Perlu saya sampaikan bahwa di manapun dan sampai kapanpun saya adalah kader Nahdlatul Ulama," ujar Ma'ruf.

Dia mengatakan, bedanya menjadi Rais Aam PBNU dengan tidak hanya terletak pada ruang lingkup perjuangan. Menurut dia, perjuangannya justru akan lebih luas ketika nanti memenangi Pilpres 2019, karena tidak hanya mengakomodir warga NU.

Keputusan mundur dari Rais Aam PBNU sudah dipikirkan matang-matang, bahkan ia telah berkonsultasi dengan para ulama untuk meminta pendapat tentang tawaran posisi Cawapres mendampingi Joko Widodo.

"Pilihan saya ini merupakan jalur perjuangan baru untuk kemaslahatan yang lebih luas. Semoga Allah subhanahu wata'ala memberikan keberkahan dan kelancaran," dia menandaskan.