Sabtu, 22 September 2018 19:06 WITA

Bakal Dipolisikan karena Video 'Potong Bebek Angsa PKI', Fadli Zon Bilang Begini

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Bakal Dipolisikan karena Video 'Potong Bebek Angsa PKI', Fadli Zon Bilang Begini
Fadli Zon. Ist

RAKYATKU.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menanggapi ancaman Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akan melaporkannya ke polisi terkait video 'Potong Bebek Angsa PKI'.

"Pertama, itu adalah kreativitas dan itu bukan hal yang salah. Kemudian saya kira di sana tidak ada tudingan ke pihak PSI, kecuali PSI merasa dirugikan," kata Fadli, Sabtu (22/9/2018).

Menurut Fadli, video yang dia unggah tersebut dilihatnya sebagai bentuk kreativitas. Dia menyebut tak ada memfitnah siapa-siapa terkait cuitannya itu.

"Saya kira kita harus belajar berdemokrasi lah. Dan itu kreativitas yang masih ada di koridor demokrasi kok. Demokrasi kita itu mengajarkan suatu kebebasan selama tidak memfitnah orang lain. Jadi siapa yang merasa terfitnah? Kecuali orang itu memang merasa," ujar Fadli.

Ia menjelaskan, PKI jelas merupakan organisasi yang terlarang sesuai TAP MPRS No 25/66. Dia meminta PSI belajar lagi soal demokrasi. Dia menegaskan tak ada menuding siapapun dalam video itu meski liriknya bermuatan politis.

"Sekali lagi itu bukan saya yang membuat. Tapi karena saya melihat itu kreativitas ya saya posting saja. Saya kira tidak ada yang salah dari situ. Tidak ada tidak dituduh kok. Kecuali ada yang merasa. Kalau dia merasa tertuduh ya jelaskan," ucap Fadli.

"Ya belajar dulu lah berdemokrasi. Tapi kalau enggak ya saya kira laporkan balik juga gampang. Ya kan, santai saja," sambungnya, dikutib Detikcom.

Sebelumnya, Fadli di Twitter mem-posting video yang menampilkan 3 pria dan 6 perempuan berhijab memakai seragam biru dan hitam serta topeng penguin. Mereka membentuk formasi tarian.

Mereka berjoget diiringi lagu yang berisi sindiran politik tajam. Sepotong lirik lagu itu diambil dari editan lirik lagu 'Potong Bebek Angsa' ala Fadli Zon. Secara keseluruhan, lagu itu memuat lirik berisi sindiran tajam kepada lawan politik Prabowo-Sandi.