Jumat, 21 September 2018 17:54 WITA

Polisi Pilih Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Andi Karodding di Kantor Mapolres Sidrap

Penulis: Darwis Pantong
Editor: Mulyadi Abdillah
Polisi Pilih Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Andi Karodding di Kantor Mapolres Sidrap
Foto: IST

RAKYATKU.COM, SIDRAP - Polisi memilih menggelar rekonstruksi kematian Andi Karodding di markas Polres Sidrap, Jumat (21/9/2018).

"Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal di luar keinginan kami, karena peristiwa ini tentu meninggalkan duka bagi keluarga korban," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sidrap, AKP Jufri Natsir sesaat lalu.

Andi Karodding tewas dianiaya di Kelurahan Baranti, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap beberapa waktu lalu.
Rekonstruksi kasus ini dilakukan dalam beberapa adegan di halaman upacara Markas Polres Sidrap dan diperankan oleh tiga tersangka yakni P. Bulla, Labibi, dan Lasompe. 

Sementara, untuk korban (Andi Karodding) diperagakan pemeran pengganti. Sebagaimana diketahui, kasus penganiayaan yang terjadi di belakang Gedung Pertemuan Masyarakat Kelurahan Baranti pada 21 Agustus 2018 ini, melibatkan tiga pelaku dan satu korban.

Tiga pelaku masing-masing P Bulla (55), Labibi (35), dan Lasompe (25) yang merupakan satu keluarga itu melakukan penyerangan terhadap Andi Karodding (50) dengan menggunakan senjata tajam berupa parang panjang dan tombak.

Akibatnya, korban bersimbah darah dengan beberapa luka serius di tubuhnya. Bahkan, tombak yang digunakan para pelaku terus menempel di pinggul korban hingga dilarikan ke Rumah Sakit Arifin Nu'mang Rappang.

Untuk mencabut tombak dari tubuh korban, pihak medis terpaksa melakukan operasi pembedahan. Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut selama 16 hari, Andi Karodding akhirnya meninggal dunia pada 5 September 2018.

Sementara, dua dari tiga pelaku, P Bulla dan Lasompe, sebelumnya sempat kabur dan menjadi buronan polisi dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka akhirnya berhasil diringkus di Balikpapan, Kalimantan Timur pada 12 September lalu.

Sedangkan satu pelaku lainnya, Labibi telah lebih dulu menjalani proses hukum karena memilih menyerahkan diri ke pihak berwajib sesaat setelah kejadian ketimbang kabur bersama dua pelaku lainnya. "Kasus ini sudah dalam tahap perampungan berkas," kunci Jufri.