Jumat, 21 September 2018 15:25 WITA

Kantornya 'Dibongkar' Kejari, Ini Penjelasan Camat Bonto Bahari

Penulis: Rahmatullah
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Kantornya 'Dibongkar' Kejari, Ini Penjelasan Camat Bonto Bahari
Camat Bontobahari, Dedi Rahmadi.

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba menemukan sejumlah dokumen barang bukti keterkaitan dugaan kasus penjualan lahan Taman Hutan Raya (Tahura) Bulukumba, di dua kantor, yaitu di Kantor Camat Bontobahari dan Kantor Kelurahan Tanah Lemo saat penggeledahan, Kamis,  20 September kemarin.

Kasi Pidsus Tipikor Kejari Bulukumba, Femi I Nasution mengaku, penyitaan barang bukti itu demi melengkapi berkas perkaranya. Kebanyakan yang disita adalah dokumen yang berkaitan dengan Tahura.

"Jadi kami mengamankan peta, surat masuk dan surat keluar, dan satu buah laptop. Ini untuk melengkapi berkas perkara kami terhadap dugaan kasus penjualan lahan Tahura yang ada di Bontobahari," katanya, Jumat (21/9/2018).

Camat Bontobahari, Dedi Rahmadi yang dimintai tanggapannya terkait penggeledahan tersebut mengaku tidak mempermasalahkan kegiatan itu.

Menurut Dedi, ini demi kepentingan penyidikan, sehingga mengharuskan untuk mengambil beberapa dokumen yang dianggap membantu proses.

"Dokumen ini kan milik negara, dan ini bisa membantu peyelidikan dan penyidikan kepolisian mengenai kasus dugaan penjualan lahan Tahura," ungkapnya.

Dedi juga mengaku, sejumlah stafnya telah diperiksa beberapa waktu lalu, termasuk dirinya. "Jadi memang kami disini termasuk saya sudah dipanggil, termasuk juga lurah, RT dan belasan warga," Ujarnya.

Dari hasil temuan, sekitar 42 hektar lahan tahura diperjualkan untuk pembangunan tambak udang. Penjualan melibatkan pihak dinas kehutanan, masyarakat setempat dan juga dari pihak balai.