Sabtu, 22 September 2018 02:00 WITA

"Kami Membayar untuk Tinggal, Bukan Membersihkan", Kelakuan Mahasiswi Ini Bikin Tepok Jidat

Editor: Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Tiga mahasiswi Tiongkok memicu kemarahan di media sosial setelah meninggalkan apartemen Airbnb yang mereka sewa di Jepang dalam kekacauan total.

Seperti yang terlihat dalam foto yang dibagikan oleh pengelola apartemen. Ada tumpukan sampah, peralatan kotor, dan benda-benda yang disimpan di tempat yang bukan seharusnya. Padahal, mahasiswi itu hanya tinggal selama lima hari, 5-10 September.

Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, mereka merusak buku tamu dengan coretan acak, termasuk sketsa tumpukan kotoran.

Menurut Toutiao News, pengelola menuntut mereka untuk membayar dua kali lipat biaya pembersihan, tetapi menolak.

Mereka bahkan tidak menyesal atas tindakan mereka, dengan alasan bahwa itu bukan apartemen mereka untuk dibersihkan.

"Kami menghabiskan uang untuk tempat tinggal, bukan untuk membersihkan. Ini bukan rumah saya, saya tidak harus membereskan untuk Anda."

Menariknya, mereka kemudian mencari pengampunan segera setelah menjadi viral.

"Kami hanya ingin dimaafkan. Mungkin sudah terlambat, mungkin kita pantas menerima ini, tapi maaf, kami hanya ingin melakukan bagian kami."

Pengelola tidak bisa menerima permintaan maaf mereka. "Sulit untuk menerima permintaan maaf semacam ini. Jika saya yang meminta maaf, itu berarti saya mengatakan bahwa mereka mengatakan yang sebenarnya."

Dia juga menunjukkan bahwa membayar biaya pembersihan tidak berarti tamu bisa melakukan seenaknya di apartemen.

"Jadi Anda memiliki biaya pembersihan. Sebagai tuan rumah, itu normal yang saya bersihkan untuk Anda. Tapi itu tidak berarti kamu bisa menghancurkan tempat-tempat ini."