Jumat, 21 September 2018 11:54 WITA

Puji Dahnil yang Mundur dari PNS, Mahfud MD: Banyak yang Makan Gaji Haram

Editor: Abu Asyraf
Puji Dahnil yang Mundur dari PNS, Mahfud MD: Banyak yang Makan Gaji Haram
Dahnil Anzar Simanjuntak

RAKYATKU.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD memuji sikap Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dia berani menanggalkan status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau dulu dikenal PNS, setelah menerima pinangan menjadi koordinator juru bicara Prabowo-Sandi.

"Saya pendukung #2019PilpresCeria. Silakan pilih siapa pun, tetapi saya salut kepada Dahnil yang mundur dari ASN karena jadi jubir satu paslon. Banyak loh orang yang jadi pengurus parpol tetapi tetap bertahan sebagai PNS. Bahkan ada yang saat jadi anggota DPR, masih PNS sehingga setelah dari DPR, jadi PNS lagi, padahal dilarang oleh UU," kata Mahfud, Jumat (21/9/2019).

Bagi para calon presiden dan calon wakil presiden, kata Mahfud, tak harus mundur dari jabatan PNS atau ASN. Apalagi, mereka semua memang bukan PNS atau ASN. "Beda loh antara pejabat negara dengan ASN/PNS. Pejabat negara atau pejabat swasta tak harus mundur saat mencalonkan diri sebagai capres/cawapres," lanjut mantan menteri pertahanan era Presiden Gus Dur.

Mahfud lantas menyinggung ASN yang merangkap sebagai pengurus parpol, apalagi jika sampai terpilih menjadi anggota DPRD/DPR RI.

"Menurut saya, PNS yang merangkap menjadi pengurus parpol, gajinya haram karena jelas-jelas dilarang oleh undang-undang. Itu sebabnya ketika masuk parpol dan jadi anggota DPR dulu, saya mundur dari PNS," kata Mahfud.

Sebelumnya, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simajuntak menyatakan mundur sebagai ASN. Dia menerima tawaran menjadi koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Ada jiwa patriotisme yang kuat serta loyalitas yang tinggi sekali. Semangat itu saya tangkap ada di pasangan Prabowo-Sandi," kata Dahnil seperti dikutip dari Republika.co.id, Kamis (20/9/2018).

Dahnil mengatakan, Indonesia saat ini membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan sungguh-sungguh. Memimpin sepenuhnya untuk memastikan kepentingan negara tetap terlindungi. Seperti misalnya, ketahanan dan ekonomi nasional.

Ia mengaku sebelumnya juga telah berkomunikasi langsung dengan Prabowo dan Sandiaga. Pasca pertemuan itu, selanjutnya para sekjen partai koalisi menghubungi Dahnil dan meminta untuk menjadi koordinator juru bicara.

Setelah mendapat tawaran tersebut, Dahnil beristikharah untuk meminta petunjuk apakah menerima tawaran tersebut atau tidak. Dia melakukan konsultasi dengan para tokoh senior Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, aktivis antikorupsi dan berbagai koleganya.

Usai melakukan istikharah dan mendengar saran-saran dari pihak terkait, Dahnil memutuskan untuk terjun langsung ke Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga. Tentu, pilihan tersebut bukan tanpa konsekuensi.

Ia mengaku sejak Kamis, telah memundurkan diri sebagai dosen aparatur sipil negara di Universitas Negeri Sultan Agung Tirtayasa, Serang, Banten. "Per hari ini saya sudah menyatakan mundur dan sudah saya sampaikan dengan surat secara resmi," katanya.