Jumat, 21 September 2018 10:30 WITA

Jadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi? Yenny Wahid: Ngarang Aja

Editor: Abu Asyraf
Jadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi? Yenny Wahid: Ngarang Aja
Yenny Zannuba Wahid. (FOTO: GATRA)

RAKYATKU.COM - Benarkah Yenny Zannuba Wahid masuk badan pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno? Putri Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (almarhum) itu disebut-sebut menjadi wakil ketua.

Calon wakil presiden Sandiaga Uno menyebut Yenny sudah didaftarkan dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN). Dalam draf sementara, Yenni menempati posisi wakil ketua. Namun, draf ini belum final karena belum ada pernyataan tegas dari Yenny.

"Kami masih tunggu Yenny, dia masih berkoordinasi, memerlukan tambahan waktu untuk memutuskan. Kami menghormati itu karena kira-kira perlu waktu seminggu atau 10 hari," ujar Sandi, Kamis (20/9/2018).

Meski belum mengambil sikap tegas, Yenny mengusulkan beberapa nama untuk masuk ke BPN Prabowo-Sandi. Ketua DPP Gerindra Prasetyo Hadi mengatakan 12 nama yang diajukan Yenny Wahid. Mereka umumnya tokoh Nahdlatul Ulama (NU). 

Menurut Hadi, selain tokoh NU, mereka juga merupakan kiai dari Jawa Timur, Banten, dan sejumlah daerah lainnya. Namun, Hadi tak menyebut nama-nama para tokoh NU yang diajukan putri presiden keempat RI itu. 

Hadi mengatakan pihaknya juga masih menunggu keputusan Yenny apakah bakal bergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur. Menurutnya, Prabowo dengan Yenny maupun keluarga Gus Dur memiliki hubungan yang sangat baik. 

"Tapi saya kira hubungan Pak Prabowo dengan Bu Yenny dengan keluarga almarhum Gus Dur sangat baik," ujarnya. 

Tanggapan Yenny Wahid

Benarkah Yenny masuk BPN Prabowo-Sandi? Masih tanda tanya. Lewat akun Twitter-nya, dia meminta suaminya tidak dikait-kaitkan dengan status sebagai kader Partai Gerindra.

"Suami saya sekarang tidak aktif di parpol lagi. Mas Faris sekarang hanya aktif di ormas. Jadi jangan dibawa-bawa ya dalam soal timses," katanya.

"Saya menyadari bahwa dalam politik, klaim kerap dilakukan oleh pihak-pihak sebagai upaya untuk membangun persepsi yang menguntungkan mereka. Namun, klaim yang tidak berdasar justru nantinya akan dibungkam oleh realita. Tolong hargai, beri ruang, dan jangan mendesak," lanjut Yenny.

Soal kabar bahwa dirinya menjadi wakil ketua BPN, Prabowo-Sandi, lagi-lagi Yenny tidka memberikan jawaban tegas. "Kata siapa? Ngarang aja," katanya singkat.