Kamis, 20 September 2018 22:30 WITA

DPRD Sulsel Peringati NA Soal TP2D

Editor: Eka Nugraha
DPRD Sulsel Peringati NA Soal TP2D
Ketua DPRD Sulsel, M Roem

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah sudah membentuk Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Pemprov Sulsel. SK tim yang berjumlah 44 orang sudah diteken oleh Nurdin Abdullah. TP2D akan berkantor di kantor gubernur Sulsel. 

Ketua DPRD Sulsel, Moh Roem angkat bicara mengenai TP2D ini. Dia mengingatkan NA agar TP2D ini tak boleh mencampuri urusan teknis. Sebab, urusan tersebut merupakan kewenangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Kan sering terjadi, banyak keinginan-keinginan mengendalikan dari luar, yang konyolnya justru penyelenggaranya yang harus bertanggung jawab," tuturnya saat ditemui di Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (20/9/2018).

Roem juga berharap kehadiran TP2D tidak menjadikan mata rantai birokrasi menjadi semakin panjang. Oleh karena itu, politisi senior Partai Golkar ini berharap TP2D bisa sinkron dengan kinerja semua OPD.

"OPD kan telah memiliki tenaga ahli. Kalau tidak sinkron pasti mata rantai birokrasi menjadi semakin panjang," tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif juga meminta agar TP2D tidak mencampuri kewenangan OPD yang bersifat teknis. Sebab menurutnya, hal tersebut bisa menimbulkan ketidakpercayaan kepada OPD itu sendiri.

"Kalau sebatas memberi masukan dengan mengurangi beban OPD merupakan hal baik, tapi kalau  justru menambah beban bagi OPD, disanakan sudah ada kepala dinas," katanya.

Menurut Syahar, tim ini dapat dikatakan berfungsi secara maksimal apabila terbukti memberi masukan yang solutif kepada Gubernur dan OPD untuk melakukan percepatan pembangunan di Sulsel.

"Intinya kami mewanti-wanti tim ini, jangan sampai malah justru menjadi penghalang. Bisa saja tidak sinkron saran dan masukannya terkait dengan program apa yang telah disusun oleh OPD bersama DPRD lewat rencana pembangunan," pungkasnya.