Kamis, 20 September 2018 20:30 WITA

Begini Suasana Haru Korban Sandera Abu Sayyaf saat Tiba di Selayar 

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Eka Nugraha
Begini Suasana Haru Korban Sandera Abu Sayyaf saat Tiba di Selayar 
Korban Sandera Abu Sayyaf saat tiba di rumahnya di Kepulauan Selayar, Kamis (21/09/2018)

RAKYATKU.COM, SELAYAR - Dua korban selamat dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf asal Kabupaten Kepulauan Selayar tiba daerah yang disebut Tana Doang ini, Kamis (20/9/2018).

Keduanya Sudarling warga Pulau Bembe Desa Tanamalala, Pasimasunggu dan Hamdan warga One Malangka Desa Bonea, Pasimarannu. Selain kedua warga kepulauan selayar ini, turut juga satu warga Kabupaten Bulukumba, Subandi yang dibebaskan dari sanderaan kelokpok Abu Sayyaf.

Sudarlin dan Hamdan diantar langsung oleh perwakilan dari Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Diah di Bandara Aroeppala Selayar.

Kehadirannya di bandara pun disambut langsung oleh Asisten Ekbang dan Kesejahteraan, Arfang Arif dan Asisten Administrasi, Dahlul Malik serta pengawalan dari Polres Kepulauan Selayar. Keduanya pun beristirahat di Penginapan Fitri Selayar, sebelum mereka dipulangkan ke rumah masing-masing.

Rupanya, keluarga dari Hamdan dan Sudarling yang lebih dulu menunggu di penginapan. Bahkan saat melihat Hamdan dan Sudarling, diwarnai suasana haru dan gembira oleh keluarganya.

Dari rilis yang diterima Rakyatku.com, Asisten Ekbang dan Kesejahteraan, Arfang Arif mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, melalui PWNI karena telah menfasilitasi koeban hingga bertemu keluarganya.

Terlebih lagi, kata Arfang, dirinya bersyukur para korban yang bebas bisa kembali dalam keadaan sehat.

Sementara dalam press release dari Kementerian Luar Negeri disebutkan, bahwa upaya pembebasan berhasil dilakukan atas kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Filipina.

Serah terima 3 WNI dari Pemerintah Filipina kepada Pemerintah Indonesia diwakili oleh Duta Besar RI untuk Filipina pada 16 September 2018 pukul 13.30 waktu setempat di Markas Western Mindanao Command (Westmincom) Zamboanga Filipina. 

Namun hingga saat ini masih ada 2 WNI yang menjadi korban penyanderaan di Filipina Selatan. Wakil Menteri Luar Negeri mengharapkan dukungan dari semua pihak agar upaya yang saat ini tengah dilakukan, dapat segera membuahkan hasil.