Kamis, 20 September 2018 15:02 WITA

"Kami Cuma Layani Pijat Kesehatan", Ujar Pemilik Bu Mamik, Tapi Kok Ada Kondom?

Editor: Aswad Syam
Polisi mengamankan terapis "Bu Mamik" yang melayani pijat plus-plus.

RAKYATKU.COM, SURABAYA - Sebanyak 17 wanita cantik, digiring polisi keluar dari Ruko Barata Jaya, Surabaya, Jawa Timur. Mereka adalah terapis Pusat Kebugaran  "Bu Mamik", yang sudah beroperasi sekitar 20 tahun. Bersama mereka, juga diamankan pemilik panti berinisial KA (59).

Petugas saat menggerebek, memergoki 14 dari 17 terapis yang didatangkan dari berbagai daerah tersebut, tengah melayani tamu-tamunya dengan layanan plus-plus. Sementara tiga terapis sisanya, belum melayani pelanggan.

“Mereka (17 terapis) kami bawa untuk kami mintai keterangan,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Rabu (19/9/2018) kemarin.

Tersangka pemilik "Bu Mamik", berdalih tak tahu kalau para terapisnya juga melayani pijat plus kepada para pelanggannya. Dia baru tahu saat polisi melakukan penggerebekan.

“Kami hanya melayani pijat kesehatan dengan tarif Rp100 ribu hingga Rp500 ribu perjam, dengan bonus air mineral untuk tamu,” dalih tersangka.

Namun, saat melakukan penggerebekan, polisi juga mendapati kondom. “Dari penggerebekan itu, kami juga menyita sejumlah barang bukti seperti kondom, uang tunai Rp1.400.000, buku tamu, dan tisu basah serta lotion,” ujar Ruth.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang PTPPO dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.