Kamis, 20 September 2018 12:15 WITA

Ngabalin Unggah Video di Gereja, Warganet: Dajal Bersorban

Editor: Aswad Syam
Ngabalin Unggah Video di Gereja, Warganet: Dajal Bersorban
Ali Mochtar Ngabalin di Gereja Bethel Mawar Sharon Kelapa Gading, Jakarta.

RAKYATKU.COM - Ali Mochtar Ngabalin, dikelilingi wanita sedang berbicara di depan kamera. Di belakangnya ada lambang salib. Video itu, direkam di Gereja Bethel Indonesia Mawar Sharon, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam video itu, Ali Mochtar Ngabalin mengaku sedang meninjau tempat dalam persiapan kunjungan Presiden RI, Joko Widodo.

"Bagi yang sempat menyaksikan video pendek ini. Saya Doktor Ali Muchtar Ngabalin, tenaga ahli utama kantor staf kepresidenan dan juru bicara pemerintah. Hari ini, saya berada bersama jemaat gereja bethel Indonesia di Mawar Sharon Kelapa Gading. 

Saya datang untuk meninjau tempat, dalam rangka kunjungan Bapak Presiden. Jika Tuhan memberkati, dalam waktu yang tidak terlalu lama, beliau akan melakukan silaturahmi atas udangangan  bapak pendeta beserta seluruh jemaat.

Karena itu, mohon doa dan dukungan  seluruh jemaat Gereja Bethel Indonesia di manapun berada, agar negeri kita selalu damai.  Kita harus selalu sama melawan perilaku-perilaku intoleran dan melawan perilaku-perilaku radikal yang bisa mengganggu bangsa. Saya dari lubuk hati paling dalam berdoa, semoga tuhan memberkati kita," demikian pernyataan Ali Mochtar Ngabalin.

Video Ali Mochtar Ngabalin itu, dikomentari warganet. Rata-rata, komentar mereka miring.

"Murtad nabalin," demikian akun Jamaluddin Ismail.

Bundazikri Ninserly, "Azabullah. Semoga Allah segera mengazab nya."

Zulfah Fah, "Oooo begini yg nama nya toleransi kok aku baru tau nauzubillah..."

Umye Abye Abdoelaziz, "munafik"

Go Ay, "Dajal bersorban."

Sonny Yunus Hutauruk, "Pendeta rupana...penipu..dasaar iblisssa"

Uly Dumbec, "Cuma krn duit nih
Semua dia laku in 
Go*lok,dajal,bina*ang lu…"

Hani Fatimah Mahfuddin, "Toleransi yang kebablasan..."

Namun tidak sedikit juga yang membela. 

M Firmansyah, "Salahnya dimana?"

M Firmansyah, "Jangan memvonis orang murtad. Nanti kalau tidak sesuai dgn apa yang kita vonis. Maka murtad itu ada di orang yg memvonis."