Kamis, 20 September 2018 10:06 WITA

Nurdin Abdullah Bakal Lelang Randis Pemprov Sulsel setelah 7 Tahun

Editor: Nur Hidayat Said
Nurdin Abdullah Bakal Lelang Randis Pemprov Sulsel setelah 7 Tahun
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (kiri) akan melelang kendaraan dinas Pemprov Sulsel setiap tujuh tahun. (Foto: Humas Pemprov Sulsel)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, mengecek seluruh kendaraan dinas (randis) milik Pemprov Sulsel. Seluruhnya dikumpulkan di lapangan upacara kantor gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (20/9/2018).

Pemprov Sulsel punya 1.038 roda empat, 1.485 roda dua, serta randis lainnya sebanyak 383.

Nurdin Abdullah mengatakan, pengecakan fisik randis Pemprov Sulsel perlu dilakukan, karena tingginya biaya pemeliharaan. Kata Nurdin, setiap tahunnya, Pemprov Sulsel harus mengeluarkan biaya pemeliharaan randis Rp300 miliar.

"Saya dapat data dari biro aset, dan setelah saya melihat, ada OPD punya 30, 60, ada 150 kendaraan dinas. Saya kira inilah yang membuat biaya pemeliharaan kita hampir Rp300 miliar per tahun. Ini angka yang sangat besar. Dan saya pikir, kendaraan itu semakin tua semakin mahal biayanya," kata Nurdin Abdullah.

Karena tingginya biaya pemeliharaan lanjut Nurdin, ia meminta agar kendaraan dinas tersebut dilelang.

"Jadi kita coba biro aset, kendaraan di atas tujuh tahun, dan kondisinya sudah mulai banyak pemeliharaan, mungkin ini kita lelang terbuka. Bahkan kalau saya, setiap tujuh tahun (adakan lelang)," lanjut Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah ikut menyoroti kendaraan milik Pemprov Sulsel yang biasa digunakan tamu luar daerah. Begitu juga dengan kendaraan OPD. Menurutnya, kendaraan OPD banyak yang tidak seragam.

"Kita perlu regenerasi, kita beli yang lebih bagus. Bagaimanapun bukan pribadi, tapi jabatannya. Menteri tiba-tiba mogok di jalan, jadi berita besar," pungkas Nurdin.

Sementara itu, Kepala Biro Aset Pemprov Sulsel, Nurlina menjelaskan, jumlah kendaraan dinas yang bisa dihadirkan hari ini, hanya 500 unit randis. Terdiri atas roda empat 310 unit dan roda dua 190 unit.

"Penyebab tidak bisa hadir semua hari ini, karena ada yang rusak berat karena faktor usia. Ada yang dalam perbaikan di bengkel. Ada juga yang dipinjampakaikan," tutup Nurlina.