Kamis, 20 September 2018 09:09 WITA

Theresa May Minta Tolong Kecam Rusia, Trump: Ogah

Editor: Aswad Syam
Theresa May Minta Tolong Kecam Rusia, Trump: Ogah
Donald Trump

RAKYATKU.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menolak permintaan Perdana Menteri Inggris, Theresa May, untuk meminta bantuan atas keracunan Sergei Skripal, karena pada mulanya hanya 95 persen keyakinannya bahwa Moskow ada di belakangnya.

Dia mengatakan kepada Perdana Menteri, keyakinannya harus sampai 98 persen. Demikian diklaim sebuah buku. Sikap Presiden berarti butuh beberapa hari bagi AS untuk mengusir 60 diplomat Rusia.

Dalam buku "The Apprentice: Trump, Russia , and The Subversion Of American Democracy" yang ditulis oleh jurnalis Washington Post Greg Miller, juga mengklaim bahwa Vladimir Putin mengendalikan Trump. Bahkan dia sering berbisik-bisik merencanakan konspirasi lewat telepon.

Presiden Putin bermain-main atas ketakutan Trump, setelah Putin dianggap memegang rahasia Trump. Demikian kata buku itu. "Lagi dan lagi [Trump] akan meremehkan sekutu terdekat Amerika - Australia, Inggris, Kanada, Perancis dan Jerman - sambil memuji orang kuat Rusia," tulis Miller.

Nyonya May meminta bantuan Trump pada bulan Maret, setelah Tuan Skripal dan putrinya Yulia diracun dengan novichok, seorang agen saraf Rusia, di Salisbury.

Dua minggu lalu, Scotland Yard mencurigai dua orang yang bekerja untuk intelijen Rusia yang diyakini melakukan serangan itu.