Kamis, 20 September 2018 06:15 WITA

"Matamu Itu!" Dirut Bulog Balas Komentar Menteri Perdagangan dengan Mata Melotot

Editor: Abu Asyraf
Dirut Bulog Budi Waseso

RAKYATKU.COM - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas marah beras terkait impor beras. Bukan impornya yang membuat dia marah, melainkan pernyataan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

Perum Bulog mengaku telah menyewa beberapa gudang milik TNI karena gudang miliknya telah terisi penuh dengan beras. Nilainya mencapai Rp45 miliar. Anehnya, pemerintah memutuskan untuk tetap mengimpor beras. 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita tak mau tahu dengan stok beras milik Bulog. "Itu kan sudah diputuskan di rakor menko jadi urusan Bulog. Jadi nggak tahu saya, bukan urusan kita," jelas politikus Partai Nasdem itu di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Lebih lanjut, Enggar juga memaparkan saat ini realisai impor dari total izin yang dikeluarkan sebanyak dua juta ton telah berjalan. Dari stok Bulog sebanyak 2,2 juta ton sebanyak 820 ribu ton berasal dari pengadaan dalam negeri.

Sedangkan, sisa stok sebanyak 1,3 juta ton tersebut berasal dari realisasi impor. "Dari 2,2 juta ton, serapan dalam negeri itu 820 ribu ton. (Impor) artikan sendiri," tutup dia.

Buwas lalu merespons kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras. Mantan kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu mengaku bingung. 

"Saya bingung ini berpikir negara atau bukan. Coba kita berkoordinasi itu samakan pendapat, jadi kalau keluhkan fakta gudang saya bahkan menyewa gudang itu kan cost tambahan. Kalau ada yang jawab soal Bulog sewa gudang bukan urusan kita, matamu! Itu kita kan sama-sama negara," tegas Buwas saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Lebih lanjut, Buwas menyebutkan, harusnya antara Bulog dan Kementerian terkait harus bisa saling kerja sama soal urusan negara. “Kita kan aparatur negara jangan saling tuding-tudingan, jangan saling lempar-lemparan karena itu pemikiran yang tidak bersinergi,” tutur Buwas. 

Dia bahkan mengatakan ada mantan Dirut Bulog yang mendorong adanya beras impor, menjadikan pihak tersebut sebagai pengkhianat negara. "Ada mantan Dirut Bulog yang berpendapat harus impor. Mantan Dirut Bulog jangan jadi pengkhianat negara lah," tambahnya. 

Dia menambahkan, impor akan menyerap devisa negara yang besar. Apalagi dengan kondisi dolar sekarang. "Jadi kalau tidak diperlukan, mubazir, untuk apa?" tegas dia.

"Pak JK, Bu Menkeu minta konsumsi dikurangi supaya rupiah bisa menguat. Eh malah ada yang teriak harus impor," lanjutnya.