Kamis, 20 September 2018 01:00 WITA

Gedung Dibangun di Atas Selokan, Kasek SMP 2 Parepare: Drainasenya Dipindahkan

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Abu Asyraf
Gedung Dibangun di Atas Selokan, Kasek SMP 2 Parepare: Drainasenya Dipindahkan
Gedung aula SMPN 2 Parepare yang dibangun di atas drainase.

RAKYATKU.COM,PAREPARE - Renovasi Gedung SMPN 2 Parepare menuai sorotan. Pasalnya, pembangunan aula sekolah yang anggarannya bersumber dari Dikdasmen Kemendikbud ini dibangun di atas drainase sekolah di Jalan Lahalede, Kota Parepare.

Kepala Sekolah SMPN 2 Parepare, Sri Enyludfiah membantah hal tersebut. Dia mengatakan bangunan senilai Rp958 juta ini dilakukan berdasarkan review dari direktorat dan tidak ada masalah.

"Sebelum kami membangun, ada tim review yang melakukan peninjauan terkait bisa tidaknya pembangunan dilakukan, termasuk RAB-nya. Disetujui melalui MoU yang menyatakan jika pembangunan memenuhi syarat untuk dilakukan," paparnya.

Sri mengatakan, tudingan yang menyebutkan jika pembangunan tersebut berdampak pada lingkungan sekitar sekolah unggulan tersebut karena dibangun di atas drainase pun, dinilai tidak tepat. Pasalnya, bangunan aula dibangun dalam areal yang masih termasuk lokasi sekolah. 

"Tidak ada kaitannya karena drainase itu milik sekolah dan pembuangannya untuk tiga toilet yang berada di lokasi sekolah," tandas dia.

Pemancangan tiang aula yang dibangun pada lantai dua sekolah yang dipimpinnya, ujar Sri, juga tidak menyentuh bagian drainase. Bahkan, kata dia, pihaknya bisa saja memindahkan lokasi drainase sesuai kebutuhkan sekolah ke titik yang masih dalam lokasi SMPN 2. 

"Drainase yang dipersoalkan itu bukan untuk akses luar. Tapi memang khusus di SMPN 2 terutama saat turun hujan," jelasnya.

Sri menambah, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Parepare untuk memastikan apakah pembangunan yang dilakukan pihaknya berdampak pada lingkungan. 

"Kita sudah dapat jawaban dari BLH, tak ada masalah. Karena memang drainase tersebut hanya diakses oleh SMPN 2," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, Kadarusman Mangurusi mengakui telah menerima laporan warga terkait pembangunan yang diduga dilakukan di atas drainase tersebut. 

Hanya saja, kata dia, pihak sekolah belum mengantongi dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebagai salah satu syarat legalitas bangunan.

"Persoalannya, pemerintah pusat memang tidak pernah memikirkan soal biaya IMB jika menggelontorkan bantuan anggaran pembangunan ke daerah. Inilah yang menjadi kendala. Tapi tetap akan kita dorong agar SMPN 2 segera mengurus IMB," terang dia.