Minggu, 16 September 2018 19:40 WITA

Terduga Otak Pengeroyokan adalah Teman Istri Owner Puri Istambul

Penulis: Himawan
Editor: Aswad Syam
Terduga Otak Pengeroyokan adalah Teman Istri Owner Puri Istambul
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Owner Puri Diva Istanbul, Ilhan Kaya, masih dirawat intensif di rumah sakit. Sementara polisi terus mendalami pengeroyokan tersebut.

Salah seorang terduga otak penyerangan adalah S. Dari informasi yang dihimpun Rakyatku.com, beberapa menyebut bahwa S yang diduga menjadi orang yang diutangi oleh Ilhan, masih merupakan teman istri korban. 

S sendiri diduga memberi perintah sejumlah orang, untuk menagih utang ke Ilhan, hingga berujung penganiayaan yang mengakibatkan kepala Ilhan bocor. 

"Iya, sering datang ke rumah korban. (S) masih teman dari istri mister," ujar salah satu kerabat korban.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga membenarkan kalau salah satu dari tiga orang yang berhubungan dengan motif utang itu ialah S. 
Namun ia menegaskan, penyidik masih mendalami peran ketiganya. Ia menambahkan juga, pihaknya sejauh ini belum melakukan penahanan terhadap siapapun. 

"Kita fokus pada perbuatan pengeroyokan yah. Jadi motif yang mengantarkan itu dikatakan berasal dari pinjaman, yang selalu ditagihkan," ujarnya, Minggu (16/9/2018).

Menurut Shinto, pihaknya masih akan melakukan gelar perkara terkait kasus penyerangan ini. Penetapan tersangka sendiri, akan bergantung kepada gelar perkara yang dilaksanakan hari ini. 

"Tergantung gelar perkara, jadi saya panggil Kasat Resersenya untuk pendalamannya seperti apa. Nanti kami akan informasikan," pungkasnya.

Shinto menambahkan, motif di balik pengeroyokan pria keturunan Turki itu, memang masalah utang-piutang. Untuk itu kata Shinto, pihaknya sudah memeriksa secara intens tiga orang, yang diduga berhubungan langsung dengan motif utang piutang itu. 

"Tiga orang itu adalah orang yang memang suami istri, dan satu adalah adik atau keluarganya suami istri itu, yang uangnya digunakan oleh korban," kata Shinto saat dikonfirmasi Rakyatku.com.

Total, polisi telah memeriksa delapan saksi, untuk mengetahui otak di balik pengeroyokan, yang terjadi di Jalan Tun Abdul Razak, Gowa, pada Sabtu (15/9/2018) pagi lalu itu.