Minggu, 16 September 2018 15:28 WITA

Tak Hadiri Deklarasi Pemilu Damai, Kopel Sulsel: Publik Bisa Ukur Keseriusan Bacaleg

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Nur Hidayat Said
Tak Hadiri Deklarasi Pemilu Damai, Kopel Sulsel: Publik Bisa Ukur Keseriusan Bacaleg
Deklarasi Pemilu Damai 2019 di Lapangan Pantai Seruni Bantaeng, Minggu (16/9/2018).

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel, Musaddaq, menyayangkan banyaknya bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Bantaeng yang tidak hadir dalam Deklarasi Pemilu Damai 2019 di Lapangan Pantai Seruni Bantaeng, Minggu (16/9/2018).

Menurut Musaddaq, deklarasi Deklarasi Pemilu Damai 2019 bukan hanya sekadar simbolis, namun di dalamnya tersirat nilai yang penting. 

"Sebetulnya deklarasi dan penandatanganan Pileg dan Pilpres damai itu bentuk komitmen awal dari para caleg, untuk melihat bagaimana komitmennya untuk melihat pesta demokrasi lebih aman," ujarnya saat dihubungi Rakyatku.com via telepon, Minggu (16/9/2018).

Menurutnya, yang terpenting dalam Pilres ataupun Pileg damai ini ada nilai yang ingin dibangun dan didorong. "Kami di Kopel, Pemilu damai itu tidak ada transaksi money politic (politik uang). Dalam kontentasi Pemilu 2019 ini, itu kesan yang paling penting," pesannya.

Melalui Deklarasi Pemilu Damai 2019 ini menjadi komitmen awal para kontestan. "Di sini publik bisa melihat dan mengukur, sejauh mana keseriusan caleg-caleg ini untuk menciptakan demokrasi yang berkualitas," tuturnya.

"Demokrasi berkualitas itu merupakan  demokrasi yang di dalamnya ada nilai integritas. Dalam perspektif demokrasi, mendorong tidak adanya money politic, itu yang akan merusak (pesta demokrasi)," bebernya.

"Itu akan menjadi lelucon, jika tidak ada komitmen dari caleg itu untuk menghindarkan dan menguburkan dari perilaku money politic," imbuhnya.

Musaddaq menambahkan, dalam deklarasi itu ada nilai untuk mendorong tidak melakukan money politic. "Karena itu perilaku korupsi," cetusnya.

Dalam deklarasi ini, Polres Bantaeng telah mengundang bacaleg dan perwakilan pimpinan partai politik mencapai 400-450 orang. Nyatanya, yang hadir dalam upacara deklarasi hanya 40 orang. Selebihnya, penyelengara dan pengawas Pemilu seperti KPU Bantaeng, Panwaslu Bantaeng serta unsur TNI dan Polri.