Minggu, 16 September 2018 15:18 WITA

"Sampai Ketemu di Syurga", Enam Imigran Bikin Surat Perpisahan Sebelum Bakar Sel

Editor: Aswad Syam
Imigran Afghanistan dan Suriah, membakar sel mereka.

RAKYATKU.COM, BERLIN - Polisi Austria mengatakan, enam pria telah dirawat di rumah sakit dengan luka serius, setelah membakar kasur dan tempat tidur sel deportasi di mana mereka ditahan.

Sabtu (15/9/2018), lima warga Afghanistan dan seorang pria Suriah terduduk dengan kepala tunduk. Pemberitahuan soal deportasi dari petugas berwenang Austria, negara tempat mereka mencari perlindungan, membuat mereka putus asa.

Mereka membayangkan kembali kekerasan di daerahnya, Afghanistan dan Suriah. Bau amis darah bercampur mesiu, kembali tercium di ujung hidungnya, demikian pula dentuman senjata dan ledakan bom, bagai musik setan yang menjadi horor.

Tanpa pikir panjang, mereka memblokir pintu sel dengan loker. Lalu menuliskan catatan perpisahan bersama yang mengungkapkan kesedihan tentang deportasi yang akan segera terjadi. "Selamat jalan kawan, sampai ketemu di syurga," demikian antara lain catatan itu.

Mereka kemudian menyulut api di kasur-kasur mereka, hingga berkobar memenuhi ruangan.

Untung, petugas dapat memaksa membuka sel. Sekitar 70 petugas pemadam kebakaran, menangani kebakaran Jumat malam.

Polisi mengatakan, orang-orang itu, yang berusia antara 18 hingga 31 tahun, berada dalam perawatan intensif. Empat belas orang lainnya, termasuk setidaknya tiga petugas polisi, dirawat di tempat kejadian karena menghirup asap.

Pemerintah Austria, yang termasuk Partai Kebebasan yang jauh-jauh, telah berjanji meningkatkan deportasi imigrasi, sejak berkuasa tahun lalu.