Minggu, 16 September 2018 14:12 WITA

Jokowi Gandeng Ulama sebagai Cawapres, Moeldoko: Jangan Bawa Agama ke Politik

Editor: Abu Asyraf
Jokowi Gandeng Ulama sebagai Cawapres, Moeldoko: Jangan Bawa Agama ke Politik
Moeldoko

RAKYATKU.COM - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Jenderal (Purn) Moeldoko membuat pernyataan terkait pelaksanaan Ijtimak Ulama II, Minggu (16/9/2018). 

"Saran saya jangan agama dibawa ke politik. Kalau agama dibawa-bawa ke politik, kasihan umat ini mau ke mana nanti," kata kepala Staf Kepresidenan itu kepada wartawan di Monas.

Moeldoko mengakui agama dan politik punya hubungan yang tidak bisa dinafikan. Hanya saja, menurutnya, jika agama dibawa ke politik, berpotensi membingungkan umat.

"Ujung-ujungnya, sudah banyak contoh para publik figur yang tadinya giat di agama beralih ke politik. Akhirnya, massanya menjadi hilang, jangan sampai ini terjadi," kata Moeldoko beralasan.

Sebelumnya, Jokowi memilih ulama sebagai bakal calon wakil presiden. Salah satu pertimbangan memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Ma'ruf Amin adalah karena keulamaannya. Itu salah satu strategi mengadang Prabowo yang didukung sejumlah ulama alumni 212.

Sebaliknya, Prabowo Subianto memilih tidak menjalankan rekomendasi Ijtimak Ulama I sepenuhnya. Salah satu alasannya, menghindari perpecahan umat. Potensi perpecahan dianggap besar jika dua figur ulama saling bertarung dalam Pilpres 2019.

Ijtimak Ulama I sebelumnya merekomendasikan agar Prabowo Subianto menggandeng salah satu dari dua ulama yang disodorkan, yakni Salim Segaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad. Prabowo justru menggandeng non ulama, Sandiaga Uno.

Sekadar informasi, hari ini berlangsung Ijtimak Ulama II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat. Ijtimak ini digelar untuk membahas dukungan ulama terhadap pasangan Capres Prabowo-Sandiaga Uno.

Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan, pakta integritas akan membuktikan keseriusan dari pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Jadi Ijtimak ini rangkaiannya adalah penandatanganan pakta integritas, apabila pakta integritas ditandatangani berarti kan ada keseriusan bapak Prabowo Subianto dan pak Sandiga Uno akan menjalankan komitmennya," ucapnya.