Minggu, 16 September 2018 12:32 WITA

Bela Palestina, Profesor Amerika Ditahan oleh Israel di Tepi Barat

Editor: Suriawati
Bela Palestina, Profesor Amerika Ditahan oleh Israel di Tepi Barat
Frank Romano dan dua aktivist Palestina ditahan oleh Israel (Foto: AP)

RAKYATKU.COM - Seorang profesor hukum Amerika ditahan oleh polisi Israel karena diduga berusaha memblokade pasukan Israel di sebuah desa di Tepi Barat, yang rencananya akan dihancurkan.

Frank Romano, 66 tahun, kini ditahan di penjara di Yerusalem dan akan muncul di pengadilan militer Israel pada hari Senin, 17 September.

Romano, yang juga memiliki kewarganegaraan Prancis, ditahan Jumat di desa Khan al-Ahmar, bersama dengan dua aktivis Palestina.

Menurut USA Today, saksi mata mengatakan bahwa Romano berdiri di depan alat berat yang akan digunakan untuk membersihkan area.

Sementara itu, polisi Israel telah mengonfirmasi penangkapan itu, dengan mengatakan bahwa tiga orang ditahan karena menyebabkan gangguan.

Romano awalnya dibawa ke kantor polisi Tepi Barat di mana ia secara singkat bertemu dengan aktivis dari kelompok Israel-Palestina, Combatants for Peace.

Nahoum Oltchik, seorang anggota kelompok itu, mengatakan bahwa Romano mengatakan kepadanya bahwa dia telah memulai mogok makan dan akan menahan diri untuk makan sampai Israel menghentikan rencana untuk membongkar Khan al-Ahmar yang dihuni 180 orang Palestina.

Tidak banyak yang diketahui tentang Frank Romano. Tapi laman LinkedIn-nya mengatakan bahwa ia mengajar hukum, sastra, sejarah, dan filsafat di Universite Paris Ouest Nanterre La Defense di Prancis, dan bahwa ia mempraktikkan hukum di AS dan Prancis.