Minggu, 16 September 2018 10:31 WITA

Temuan Irjen Kemenkumham di Sukamiskin: Setya Novanto Ikut Jejak Perwira Belanda

Editor: Abu Asyraf
Temuan Irjen Kemenkumham di Sukamiskin: Setya Novanto Ikut Jejak Perwira Belanda
Dr Aidir Amin Daud

RAKYATKU.COM - Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly menugaskan Irjen Kemenkumham Aidir Amin Daud ke Lapas Sukamiskin, Bandung. Dia mengecek langsung temuan Ombudsman terkait bilik Setya Novanto jauh lebih besar dari napi lainnya.

Apa hasilnya? Aidir Amin Daud menjelaskan mengapa ruang sel tidak seragam. Ada yang besar dan ada yang lebih kecil. Ruangan besar umumnya digunakan para pejabat yang menjadi terpidana kasus korupsi.

Aidir menjelaskan, pada zaman dahulu, Lapas Sukamiskin digunakan Belanda untuk menawan perwira dan prajurit yang bermasalah. 

"Opsir yang kere-kere itu di bagian bawah, makanya ruangannya kecil-kecil. Kalau yang perwira-perwira yang melanggar itu di atas, makanya ruangannya lebih besar," tutur Aidir seperti dikutip dari Detikcom, Minggu (16/9/2018). 

Lantas, mengapa napi koruptor rata-rata ditempatkan di lantai atas dengan ruangan lebih besar? 

"Saya enggak tahu kalau itu gimana kebijakannya. Cuma itu saya tahu ceritanya yang pernah saya dengar seperti itu," kata dia.

Sebagai bangunan heritage, kata Aidir, pihak Kemenkumham tidak bisa mengubah Lapas Sukamiskin. Sehingga adanya bangunan besar dan kecil itu merupakan peninggalan zaman dahulu yang sampai saat ini belum dilakukan perubahan.