Minggu, 16 September 2018 08:46 WITA

Ijtimak Ulama II Perkuat Dukungan ke Prabowo-Sandi, Moeldoko: Suaranya Kecil

Editor: Abu Asyraf
Ijtimak Ulama II Perkuat Dukungan ke Prabowo-Sandi, Moeldoko: Suaranya Kecil
Ijtimak Ulama II akhirnya digelar pagi ini, Minggu (16/9/2018) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat.

RAKYATKU.COM - Atas desakan Habib Rizieq Syihab, Ijtimak Ulama II akhirnya digelar pagi ini, Minggu (16/9/2018) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat. Kegiatan itu tidak dianggap oleh kubu pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan acara itu tak akan mempengaruhi dukungan terhadap kandidat mereka. Dia menganggap ulama yang mengikuti acara itu tidak mewakili sebagian besar umat di Indonesia.

"Tidak. Kecil lah, suaranya kecil," kata Moeldoko kepada wartawan saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018). 

Mantan panglima TNI itu mengatakan, lebih banyak ulama yang bergabung dengan kubu Joko Widodo-KH Ma'ruf. Apalagi, KH Ma'ruf juga seorang ulama, bahkan memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan, Ijtimak Ulama II diadakan dengan semangat pergantian presiden. Dia memastikan, hasil Ijtimak Ulama II tak akan mengubah dukungan untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Namun, nantinya, dalam Ijtimak Ulama II ini akan ada penandatanganan pakta integritas mengenai komitmen ulama dan Prabowo-Sandiaga.

"Yang akan dibahas nanti sejauh apa para ulama akan memberikan dukungan dan sejauh apa komitmen yang akan diberikan. Kalau itu semuanya berjalan dengan baik dan mulus, akan terjalin komunikasi dan kerja sama yang baik," terang Yusuf.

Sebelumnya, Ijtimak Ulama I merekomendasikan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai cawapres Prabowo. Namun Prabowo justru memilih Sandiaga Uno sebagai cawapresnya. Artinya, sejak awal Ijtimak Ulama memang mendukung Prabowo sebagai calon presiden.