Sabtu, 15 September 2018 23:19 WITA

Pasca Perkelahian Sopir Taksi, Pengawasan Bandara Hasanuddin Diperketat

Editor: Adil Patawai Anar
Pasca Perkelahian Sopir Taksi, Pengawasan Bandara Hasanuddin Diperketat

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menggelar Penertiban Jasa Angkutan Darat di Area Bandara, Sabtu (15/9/2018). Penertiban dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jasa di bandara.

Menurut Humas Bandara Hasanuddin Frida, penertiban ini merupakan kegiatan berkala. Penertiban dilakukan dengan keterangan petugas bandara dan BKO yang terdiri dari Paskhas dan Polisi Militer TNI Angkatan Udara.

Ditambahkan, Bandara Sultan Hasanuddin, terdapat 2 Angkutan Darat yang beroperasi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yaitu Damri, Rent Car dan Taksi. Angkutan Darat dapat beroperasi di bandara jika memenuhi ketentuan sesuai dengan Permenhub Nomor PM 108 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek dan telah melakukan kerjasama dengan PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai pengelola Bandara sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kegiatan Pengusahaan di Bandar Udara. 

"Di Bandara Sultan Hasanuddin terdapat 15 operator taksi resmi dan Damri yang telah beroperasi dimana sebelumnya telah lulus verifikasi angkutan darat oleh dinas perhubungan," ungkapnya.

Pihak Bandara juga terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan komunitas bandara sehingga berdampak positif pada kondisi area pick up zone / basement bandara yang menjadi lebih tertib dan kondusif. Manajemen Bandara juga terus mengevaluasi setiap kebijakan yang dikeluarkan dan meningkatkan koordinasi dengan pihak penyedia Jasa Angkutan Darat dan komunitas bandara yang terkait.

Sebelumnya, pada hari Jumat (14/9/2018) kemarin, terjadi insiden di dalam kawasan Bandara. Dimana bentrokan terjadi antara sopir taksi resmi dengan sopir taksi on line. Perkelahian tersebut berujung di Polsek Bandara. 

"Sopir taxi resmi, yang satunya kayaknya taxi on line. Korban yang merasa dianiaya sudah melapor, yang melapor sopir taxi on line," ungkap Kapolsek Kawasan Bandara, Iptu Ahmad.

Pasca menerima laporan tersebut, selanjutnya pelapor dan terlapor akan dipanggil untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, Ahmad mengatakan pihaknya masih menunggu hasil visum korban. Ahmad mengatakan perkelahian yang terjadi antara sopir tersebut terjadi di area kendatangan penumpang.

"Sudah divisum, belum selesai dan kita masih tunggu. Namun info awal yang kita dapat katanya tidak ada penganiayaan. Terlapor dan pelapor untuk selanjutnya akan kita panggil untuk pemeriksaan lanjutan," pungkasnya.