Jumat, 14 September 2018 23:12 WITA

8 Tim Kejagung Lakukan Cek Fisik Aset Kekayaan Bang Toyib di Bone

Editor: Nur Hidayat Said
8 Tim Kejagung Lakukan Cek Fisik Aset Kekayaan Bang Toyib di Bone

RAKYATKU.COM, BONE - Masih ingat dengan kasus penangkapan bandar narkoba terbesar di Bone bernama Amran Suyuti alias Bang Toyib? Saat ini diketahui sudah incrach atau berkekuatan hukum tetap atas putusan Pengadilan Tinggi Samarinda.

Kini semua aset kekayaan Bang Toyib yang disita oleh pihak kejaksaan akan dirampas dan dikembalikan ke negara. Hal ini terbukti saat tim dari Kejaksaan Agung mendatangi dan mengecek semua aset milik Bang Toyib di Kabupaten Bone.

Kasipidum Kejaksaan Watampone Adenan Hamsah yang dikonfirmasi juga membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, kedatangan 8 tim dari Kejagung ini untuk melihat dan melakukan cek fisik langsung aset kekayaan Bang Toyib.

"Kedatangan tim Kejaksaan Agung tersebut adalah untuk melakukan cek fisik dan sinkronisasi data serta memastikan bahwa sejumlah barang milik Bang Toyib itu ada," jata Adenan Hamsah, Jumat (14/9/2018).

Dia mengatakan adapun aset kekayaan Bang Toyib yang disita adalah 1 unit mobil Toyota Fortuner, Jeep Wrangler Rubicon, 1 unit rumah mewah di Jalan Sungai Limboto, serta sebuah gudang di Jalan MH Thamrin, Watampone.

“Karena ini keputusannya dirampas untuk negara, jadi tindakan lanjutnya tim harus melakukakan peninjauan dan tes fisik terhadap item barang bukti yang dirampas untuk negara,” jelasnya. 

Sekedar diketahui hukuman yang diterima Bang Toyib, berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Samarinda Nomor 94/PID/2016/PT SMR, tertanggal 11 Oktober 2016, dia divonis hukuman mati. Vonis ini lebih berat dari yang dijatuhkan majelis hakim PN Tanjung Selor yakni hukuman seumur hidup.

Bang Toyib ditangkap oleh Jajaran Sat Narkoba  Polres Bone pada September 2015 lalu atas permintaan pihak Polres Bulungan. Amran diduga sebagai otak pembelian sabu-sabu seberat 2 kilogram yang dibawa oleh Nur Salam alias Allang.

Selain didakwa perkara narkotika, Bang Toyib juga didakwa Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), karena diduga kekayaannya merupakan hasil dari bisnis barang haram narkoba yang selama ini dijalaninya.

Meski Bang Toyib sudah divonis hukuman mati oleh Mahkamah Agung (MA), hingga saat ini penjadwalan eksekusi belum juga ditetapkan.