Jumat, 14 September 2018 22:05 WITA

1 Juta Anak Sulsel Belum Imunisasi MR, Kalah dari Papua

Editor: Nur Hidayat Said
1 Juta Anak Sulsel Belum Imunisasi MR, Kalah dari Papua

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Realisasi pelaksanaan program Imunisasi Measles Rubella (MR) atau Campak Rubella di Sulawesi Selatan masih sangat rendah.

Pelaksanaan imunisasi pertama kali digelar secara serentak di Sulsel pada 1 Agustus 2018 lalu oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, di MTsN Model Makassar. Per 13 September 2018 capaian imunisasi baru 48 persen atau 1.222.676 anak. Padahal target total jumlah anak yang diimunisasi di Sulsel, yaitu 2.331.048 orang.

Artinya, masih ada lebih dari 1 juta anak di Sulsel yang belum mendapatkan haknya untuk terhindar dari bahaya penyakit Campak Rubella.

Dengan capaian di bawah 50 persen, Sulsel menempati urutan ke-17 di bawah Papua dan daerah tetangganya Sulawesi Barat.

Ini berdasarkan rekap manual Kementerian Kesehatan pada program Imunisasi MR tahap II di luar Pulau Jawa. Daerah di Sulsel dengan cakupan pelaksanaan imunisasi tertinggi yaitu Jeneponto, Wajo dan Pinrang. Sedangkan Gowa, Barru dan Sinjai masuk kategori terendah.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Sulsel, Nurul Amin mengungkapkan, penyebab rendahnya capaian program Imunisasi MR di Sulsel, disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti penolakan masyarakat dan minimnya dukungan pemerintah daerahnya. 

"Beberapa penolakan masyarakat disebabkan pengaruh informasi sesat di media sosial. Ada pemahaman yang salah dari Fatwa MUI dan adanya kekhawatiran kasus ikutan pasca Imunisasi," ujar Nurul. 

Nurul menuturkan, beberapa kejadian penolakan imunisasi di daerah, bukan hanya sekadar penolakan lisan. Tapi juga sampai pengusiran dari sekolah tempat pelaksanaan imunisasi dan pengancaman pada petugas vaksinator. 

"Kasus penolakan vaksin tidak hanya sekadar lisan, di Gowa ada petugas vaksin yang diancam dengan senjata tajam oleh orang tua yang menolak anaknya divaksin," tambahnya.

Sementara itu, selain di Sulsel, capaian program Imunisasi MR tahap II di beberapa propinsi juga masih sangat rendah, seperti Aceh masih 4,94 persen, Riau 18,92 persen dan Sumatera Barat 21,11 persen.

Direktur Survailans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI Vensya dalam keterangan pers-nya menyebutkan, pemerintah akan mengkaji perpanjangan masa imunisasi MR, dari masa yang telah ditetapkan selama dua bulan, Agustus-September, agar dapat menciptakan kekebalan komunitas dari bahaya virus Campak Rubella.