Jumat, 14 September 2018 18:10 WITA

Bulukumba-Selayar Kerjasama Wisata, Basri Ali Mengaku Bahagia

Penulis: Rahmatullah
Editor: Aswad Syam
Bulukumba-Selayar Kerjasama Wisata, Basri Ali Mengaku Bahagia
Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali (pakai kopiah), usai melakukan penadatanganan kerjasama dengan Bupati Selayar, Basli Ali (batik cokelat), disaksikan Wagub Sulsel, A Sudirman Sulaiman (tengah) dan Wabup Bulukumba, Tomy Satria Yulianto (batik biru kanan).

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, menjajaki kerjasama di sektor pariwisata.

Penandatanganan kerjasama ini, dilakukan Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali dan Bupati Kepulauan Selayar, Muh Basli Ali, disaksikan langsung Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada acara Gala Dinner Festival Pinisi 9, di Pantai Tanjung Bira, Kamis (13/9/2018) malam.

Kerjasama dimaksudkan meningkatkan jumlah pengunjung di wilayah selatan Sulawesi Selatan. Khususnya, di Bulukumba dan Kepulauan Selayar, melalui berbagai program dan kegiatan promosi.

Bupati AM Sukri Sappewali mengatakan, bukan lagi jamannya melakukan persaingan dengan daerah lain, tapi yang dibutuhkan adalah kolaborasi antar daerah, untuk membangun dan memajukan daerah. Khususnya pada sektor pariwisata, karena kedua daerah ini memiliki karakteristik yang sama.

“Kita Bulukumba serumpun dengan Selayar. Jadi tidak mungkin kita akan bermusuhan, justru kita harus berkolaborasi,” ujarnya.

Sementara itu, Muh Basli Ali, mengaku momentum tersebut sangat membahagiakan dan membanggakan. Alasannya, karena Bulukumba kata Basli Ali, sudah lebih dulu menggeliat di bidang pariwisata. 

“Tentu ini (kerjasama) akan membantu Kabupaten Kepulauan Selayar dalam pengembangkan pariwisatanya. Kami sangat berbangga menjalin kerjasama dengan saudara tua kami,” ungkapnya.

Potensi pariwisata Kepulauan Selayar kata Basli, juga sangat menjanjikan. Dia bilang, ada 124 destinasi wisata ditambah dengan 40 atraksi budaya. 

Menurutnya, potensi itu menjadi modal Kepulauan Selayar, sehingga saat ini pun pihaknya sudah mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

“Karena kami (Pemda) memiliki kemampuan terbatas untuk membangun sektor pariwisata ini, makanya harus pintar mencuri perhatian pusat,” bebernya.

Salah satu kendala utama sektor pariwisata Bulukumba dan Selayar saat ini, tambah Basli, adalah aspek transportasi. Menurutnya, Bulukumba harus memiliki bandara, oleh karena para wisatawan itu rata-rata orang sibuk, sehingga jika mereka harus menempuh perjalanan 4 sampai 5 jam, maka mereka akan mempertimbangkan untuk datang.

Senada disampaikan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Isu transportasi yang memakan waktu 4 sampai 5 jam itu kata dia, menjadi kendala dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Hal ini tentu akan menjadi perhatian pemerintah provinsi, bagaimana bandara bisa dihadirkan di Bulukumba.

“Memang kuota bandara yang menjadi kebijakan Kementerian Perhubungan saat ini sudah ditutup. Namun, masih memungkinkan adanya opsi lain, misalnya dikonversi menjadi bandara wisata,” pungkas Wakil Gubernur yang baru saja dilantik seminggu lalu itu.