Jumat, 14 September 2018 18:01 WITA

Pria Ini Pura-pura Down Syndrome, Supaya Dimandikan Perawat Cantik

Editor: Aswad Syam
Pria Ini Pura-pura Down Syndrome, Supaya Dimandikan Perawat Cantik
Paul Anthony Menchaca

RAKYATKU.COM, ARIZONA - Ada-ada saja ulah pria cabul ini. Seorang pria di Arizona, Amerika Serikat, berpura-pura menderita down syndrome (keterbelakang mental), agar dia bisa mempekerjakan pengasuh cantik yang memandikannya dan mengganti popoknya setiap hari. Demikian diungkap pihak berwenang.

Polisi menangkap Paul Anthony Menchaca (31), di rumah orang tuanya di Gilbert pada 6 September. Itu setelah pengasuh perempuannya, menemukan dia bukan orang berkebutuhan khusus atau down syndrome. Itu dilaporkan stasiun berita KTNV.

Pengasuh pertama yang merupakan wanita muda dan cantik, menanggapi sebuah iklan di CareLinx, sebuah situs yang dirancang untuk membantu keluarga menemukan bantuan berlisensi. Iklan itu dipasang pada Mei.

Iklan itu berbunyi, "Menchaca mencari dan mempekerjakan pembantu". Sementara seorang wanita bernama "Amy," berpose di iklan tersebut, mengaku sebagai ibu dari Menchaca. Itu dilansir AZFamily.

"'Amy' meminta ketiga korban untuk 'menghukum' [Menchaca], ketika dia mengotori popoknya dengan menempatkan dia di timeout, dan mengambil hak istimewanya," kata surat pernyataan penangkapan yang diperoleh oleh AZFamily.

Pengasuh memberi tahu polisi, bahwa dia membantu mandi dan mengganti popok pria itu pada 30 kesempatan terpisah. Dalam lima insiden terpisah, Menchaca dilaporkan mengatakan kepada perawat cantik itu, bahwa alat kelaminnya tidak dibersihkan dengan sempurna.

Akhirnya perawat cantik itu, kembali membersihkan alat "pipis" Menchaca.

Hal sama dialami pengasuh kedua pada bulan Juli, dan pengasuh ketiga pada bulan berikutnya.

Ketiga wanita itu mengungkap hal senada, bahwa Menchaca akan menjadi terangsang secara seksual, ketika alat vitalnya sedang dicuci.

Korban pertama mengatakan kepada polisi, bahwa dia menjadi curiga dan mengikuti Mechaca saat dia kembali ke rumah orang tuanya.

"[Korban] disambut oleh ibu dan ayah yang sebenarnya [Menchaca], dan menemukan [Menchaca] tidak memiliki down syndrome dan tidak memerlukan penggantian popok," kata laporan polisi.

Ketika ketiga pengasuh berhadapan dengan Menchaca, dia dilaporkan mengaku berbohong tentang down syndrome.

Menchaca kini menghadapi tuntutan atas skema penipuan dan pelecehan seksual.