Kamis, 13 September 2018 23:15 WITA

Kejati Masih Kumpulkan Bukti Reses Fiktif DPRD Makassar 

Editor: Eka Nugraha
Kejati Masih Kumpulkan Bukti Reses Fiktif DPRD Makassar 
Kasi Penkum Kejati Sulsel, Salahuddin

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel memastikan mendalami dugaan korupsi dana reses (perjalanan dinas) fiktif anggota DPRD Kota Makassar. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Salahuddin.

Salahuddin mengatakan bahwa usai pemeriksaan terhadap Sekretaris Dewan DPRD Kota Makassar, Adwi Awan Umar, pihaknya akan terus mengumpulkan bahan keterangan terkait kasus yang masih dalam tahap penyelidikan ini.

"Ini penyelidikan masih sangat awal. Nanti tim penyelidik berusaha mengumpulkan dokumen-dokumen pendukung untuk dipelajari,"kata Salahuddin, Kamis (13/9/2018).

Terkait berapa anggaran yang digunakan dalam kegiatan reses yang digunakan, Salahuddin masih enggan membeberkannya. Begitupun dengan agenda pemanggilan yang diduga akan ditujukan kepada anggota DPRD Kota Makassar, dia juga masih enggan menyebutkannya.

"Saya kurang tahu persis anggarannya. Ini masih sangat awal baru satu-dua orang yang dimintai keterangan. Nanti kita lihat kebutuhan dari tim penyelidik,"imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Makassar, Adwi Awan Umar memenuhi panggilan penyidik Kejati Sulsel, Rabu (12/9/2018). 

Sekwan hadir di Kantor Kejati sekitar pukul 09.00 Wita pagi tadi. Adwi menjalani pemeriksaan di ruang bidang pidana khusus lantai V, kantor Kejati Sulsel, Kota Makassar.

Sementara itu Kasubag Humas DPRD Makassar, Taufiq Natsir yang turut hadir ke Kejati mengungkap, selain Adwi, ada dua orang lainnya ikut dimintai keterangan oleh penyidik Kejati Sulselbar. Yakni Bendahara Setwan DPRD Makassar periode 2015-2016 Pieter Sampe, dan mantan Bendahara Setwan DPRD Makassar Taufik MS.