Kamis, 13 September 2018 18:12 WITA

Ngaku Kadernya Dipukul Aparat, HMI Tutup Jalan Sultan Alauddin

Penulis: Syukur - Arfa Ramlan
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Ngaku Kadernya Dipukul Aparat, HMI Tutup Jalan Sultan Alauddin
Kader HMI Cabang Gowa Raya menggelar aksi demonstrasi di Jalan Sultan Alauddin, Kamis (13/9/2018). Foto/Arfa Ramlan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya menutup satu jalur Jalan Sultan Alauddin, tepatnya di depan Kampus I UIN Alauddin Makassar. 

Penutupan jalan yang mengarah ke Kota Makassar tersebut dilakukan pada Kamis (13/9/2018). Alhasil kemacetan padat terjadi dari dua sisih jalur Jalan Sultan Alauddin.

Aksi unjukrasa tersebut merupakan bentuk protes terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo dari sektor perekonomian yang dianggap amburadul. Termasuk tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oknum polisi ke kader HMI.

Menurut kordinator aksi, Syukur Al Basri, pada Rabu (12/9/2018) kemarin, terjadi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh aparat keamanan. Dimana yang menjadi korban pemukulan adalah Kabud PAO HMI Cabang Gowa Raya, Rival Maulana.

"Kemarin kami sementara aksi, tiba-tiba datang petugas melakukan penganiayaan. Dia (Rival) babak belur dan harus dibawa ke RS Faisal. Ada juga visumnya," ungkap Basri.

Loading...

Pasca aksi yang berujung pemukulan yang dilakukan kemarin sore, hari ini kader HMI Cabang Gowa Raya kembali melakukan aksi lanjutan. Kader HMI masih menyoroti masalah perekonomian di bawa tangan presiden Joko Widodo.

Ngaku Kadernya Dipukul Aparat, HMI Tutup Jalan Sultan Alauddin

Namun, aspirasi tuntutan yang disampaikan hari ini ditambah dengan tuntutan permohonan maaf dari kepolisian atas aksi dugaan pemukulan yang dilakukan sebelumnya. "Kemarin yang memukul ada yang menggunakan seragam. Ini juga tadi ada lagi yang dipukul," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Tamalate, Kompol  Arifuddin yang ditemui di TKP mempersilahkan kepada mahasiswa untuk melapor dugaan tindak pemukulan yang dimaksud. "Jika memang ada silahkan melapor, kita tidak akan tutup-tutupi," ungkap Arifuddin.

Loading...
Loading...