Rabu, 12 September 2018 18:07 WITA

Peringatan Serangan 9/11: Pemimpin Al-Qaeda Rilis Pesan Audio, Begini Isinya

Editor: Suriawati
Peringatan Serangan 9/11: Pemimpin Al-Qaeda Rilis Pesan Audio, Begini Isinya
serangan 9/11

RAKYATKU.COM - Pada peringatan 17 tahun serangan 9/11, kelompok militan Al-Qaeda merilis sebuah pesan baru yang diyakini berasal dari pemimpinnya, Ayman al-Zawahiri.

Pesan itu berupa klip 30 menit dan ceramah audio berjudul How Do We Face America?.

Rekaman itu mencerca keputusan mantan Presiden George W. Bush untuk melancarkan perang melawan teror di Timur Tengah sebagai tanggapan 9/11.

"Tujuh belas tahun telah berlalu sejak Bush meluncurkan perang Salibnya melawan Muslim, perang yang terkait dengan permusuhan historis yang ditujukan pada Islam, hingga hari ini."

Dia melanjutkan kalimatnya dengan mengatakan bahwa di balik semua konflik yang melibatkan umat Islam, pasti ada sentuhan dari Amerika.

"Pada dasarnya itu adalah permusuhan agama, bahkan jika nuansa permusuhan lain tumpang tindih dengan itu, apakah keserakahan ekonomi, keinginan untuk membangun hegemoni atas lokasi geografis, dan sebagainya," katanya.

loading...

Sebagai orang yang menggantikan Osama bin Laden setelah meninggal pada tahun 2011, Al-Zawahiri mengecam kebijakan AS di seluruh dunia Muslim. Dia menyalahkan Washington karena mendukung konflik melawan Islamis di Timur Tengah, Utara Afrika dan Kaukasus serta Asia Selatan dan Tenggara.

Zawahiri juga secara khusus mengkritik dukungan penuh Presiden Donald Trump untuk Israel dan "kebodohan Trump menggeser Kedutaan Besar Amerika" dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Lebih lanjut dia mengutuk pemerintah mana pun yang bekerja bersama AS dan Israel dan menyerukan persatuan di antara jajaran 'jihadi' di seluruh dunia, untuk memperluas taktik mereka melawan AS.

"Jika kita memahami strategi perang Amerika melawan Muslim dan memahami bagaimana sistem Amerika bekerja, akan mudah bagi kita untuk mengetahui bagaimana kita dapat menimbulkan kerusakan pada sistem ini. Karena pada akhirnya, Amerika adalah makhluk yang lemah."

Loading...
Loading...